17 Dapur MBG di Aceh Tenggara dan Gayo Lues Dihentikan Sementara, Ini Penyebabnya
Sri Widya Rahma April 15, 2026 07:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara (suspend) operasional 17 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Gayo Lues.

Baca juga: 41 Dapur MBG di Aceh Tenggara, 26 Diantaranya Sudah Kantongi SLHS

Untuk diketahui, suspend adalah tindakan penghentian atau penangguhan sementara operasional.

Penjelasan Kepala Regional BGN Provinsi Aceh

Kepala Regional BGN Provinsi Aceh sekaligus Koordinator Regional SPPG/BGN, Mustafa Kamal kepada TribunGayo.com pada Rabu (15/4/2026), mengatakan bahwa dapur MBG yang dihentikan tersebut telah beroperasi selama tiga bulan terakhir.

Ia menjelaskan, penghentian sementara dilakukan karena ditemukan sejumlah pelanggaran serius yang masuk kategori kasus mayor (berat), di antaranya:

  • Lokasi bangunan dapur berada dekat sumber pencemaran seperti tempat pembuangan sampah yang menimbulkan bau dan mengundang lalat.
  • Tidak adanya pemantauan suhu saat proses memasak.
  • Penggunaan peralatan masak berkarat atau dominan bahan kayu yang sulit dibersihkan.
  • Adanya temuan penyimpangan kritis, seperti tidak ada sertifikat higiene sanitasi.

"Penghentian sementara operasional dapur MBG disebabkan masalah serius terkait sanitasi, pengelolaan limbah, kualitas makanan yang tidak memenuhi standar, hingga manajemen dapur yang buruk," ujar Mustafa Kamal.

Baca juga: Siswa Tak Lagi Terima MBG di Hari Libur Sekolah, Hemat Anggaran hingga Rp 20 Triliun/Tahun

Ia menambahkan, dapur-dapur tersebut sebelumnya telah berulang kali diingatkan untuk mengikuti petunjuk teknis (juknis) dan standar operasional prosedur (SOP) dari BGN, namun tidak diindahkan.

Akibatnya, selain dihentikan sementara, pencairan insentif juga tidak dapat dilakukan.

"Ini di suspend saja atau penghentian sementara beroperasi seperti dapur pencuci piring dan tempat memasak menyatu, pencucian piring tak standar, dan hal lainnya.

Kalau sudah ikuti atau melengkapi juknis SOP BGN untuk dapur MBG, maka dapur MBG bisa beroperasi kembali. Semakin cepat semakin baik," katanya.

Mustafa juga menyebutkan bahwa hasil temuan terkait ketidaksesuaian infrastruktur, mutu gizi dan keamanan pangan telah diserahkan kepada koordinator wilayah (korwil) setempat.

Saat ini, total terdapat 17 dapur MBG SPPG di dua kabupaten tersebut yang telah dihentikan sementara operasionalnya.

Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan akan ada dapur lain di kabupaten/kota lain yang juga akan dikenakan sanksi serupa. (*)

Baca juga: Mobil MBG Nekat Terobos dan Terjebak di Tengah Sungai Pining Gayo Lues, Nyaris Hanyut

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.