Puluhan ASN Pemkot Semarang Diberangkatkan ke Tanah Suci
rival al manaf April 15, 2026 07:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Semarang berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Tercatat, ada sebanyak 63 ASN yang berangkat dan dilakukan pelepasan dari Aula Balaikota, Rabu (15/4/2026).

Pelepasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan keberangkatan petugas haji daerah yang akan mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah. 

Baca juga: "Bisa Jadi Karena Upah Rendah" Anggota DPRD Jateng Soroti Kasus Guru Jadi Pengoplos LPG di Brebes

Baca juga: Jepara Dengan Program Ngantor Desa, 455 Persoalan Jadi Tantangan 2026

Dalam momentum ini, peran ASN petugas haji Kota Semarang ditekankan wali kota, Agustina Wilujeng sebagai ujung tombak pelayanan jemaah di Tanah Suci.


Amanah yang diemban dinilai tidak hanya berkaitan dengan ibadah pribadi, tetapi juga tanggung jawab pelayanan publik di lingkungan internasional. 


Pesan khusus telah disampaikan kepada para petugas agar tugas dijalankan dengan penuh tanggung jawab. 


"Ini amanat yang berat tapi mulia," kata Agustina.


Dijelaskan, para ASN yang diberangkatkan terdiri dari berbagai unsur penting dalam penyelenggaraan haji, seperti Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), serta Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Seluruhnya akan bertugas memberikan pendampingan langsung kepada jemaah selama di Arab Saudi. 


Agustina juga menyampaikan rasa bangga juga atas terpilihnya puluhan ASN tersebut.


Menurutnya, ini sebagai representasi pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.


Ia pun berpesan agar para ASN yang dilepas keberangkatannya tersebut menjadi wajah pemerintah yang memberikan pelayanan terbaik.


"Saya senang bisa melepas mereka. Harapannya tentu seluruh proses ibadah berjalan lancar sampai pulang," ungkapnya. 


Menurutnya, para petugas tidak hanya berstatus sebagai jemaah, melainkan juga sebagai representasi pelayanan pemerintah Indonesia di luar negeri. 


Dalam rombongan tersebut, keikutsertaan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Semarang turut disorot.


Sosok pejabat tertinggi yang ikut berangkat diharapkan dapat menjadi contoh bagi jemaah lainnya, terutama dalam hal kedisiplinan dan kesungguhan beribadah. 


“Diharapkan dapat menjadi teladan selama menjalankan ibadah, baik dari sisi sikap maupun komitmen,” ungkapnya.


Dari total 63 ASN yang diberangkatkan, komposisi terbesar berasal dari sektor pendidikan. Sebanyak 29 orang diketahui merupakan guru dan kepala sekolah. 


Selain itu, keterlibatan tenaga kesehatan dari RSUD dan Dinas Kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung layanan medis bagi jemaah. 


“Paling banyak dari Dinas Pendidikan, kemudian RSUD dan Dinas Kesehatan,” jelasnya. 


Meski puluhan ASN diberangkatkan, pelayanan publik di Kota Semarang dipastikan tetap berjalan normal. Hal ini dimungkinkan karena jumlah total ASN yang mencapai sekitar 14 ribu orang serta telah dilakukannya pengaturan tugas sebelumnya. 


Koordinasi internal disebut telah dilakukan agar tidak terjadi gangguan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, para ASN yang berangkat diminta untuk fokus menjalankan ibadah tanpa memikirkan tugas di daerah. 


"Urusan pelayanan sudah dikoordinasikan dengan baik. Jadi peserta diminta fokus total pada ibadah," imbuhnya. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.