Nenek Teriak Minta Tolong, Balita di Purbalingga Meninggal Tersedak Jelly
Daniel Ari Purnomo April 15, 2026 09:27 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Seorang balita berinisial RAP (3,5) warga Desa Losari, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, dilaporkan meninggal dunia setelah tersedak makanan jenis jelly, Selasa (14/4/2026) sore.

Nahasnya, camilan bertekstur kenyal yang selama ini kerap dianggap aman bagi konsumsi anak-anak tersebut justru berujung petaka.

Momen Warga Panik

Baca juga: Balita 1,5 Tahun Dikabarkan Hipotermia saat Naik Gunung Ungaran dengan Orangtua, Begini Kronologinya

Peristiwa tragis tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu, suasana di sekitar permukiman mendadak panik setelah seorang warga berteriak histeris meminta pertolongan karena cucunya tiba-tiba tidak sadarkan diri.

Kapolsek Rembang, Iptu Warsono, mengatakan bahwa teriakan nenek korban tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi kejadian.

"Mendengar teriakan, warga berdatangan ke lokasi. Saat itu, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Pertolongan pertama sempat dilakukan, tetapi korban tidak merespon," ujar Iptu Warsono, dalam keterangannya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (15/4/2026).

Bawa Ke Puskesmas

Berbagai upaya penyelamatan terus dilakukan oleh warga secara gotong royong.

Warga bersama dengan perangkat desa setempat segera membawa korban menuju Puskesmas Rembang untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Namun sayangnya, upaya maksimal tersebut tidak membuahkan hasil positif.

Balita kelahiran tahun 2022 itu resmi dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di fasilitas kesehatan tersebut.

"Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan dokter puskesmas menunjukkan nadi sudah tidak teraba dan EKG jantung negatif. Korban dinyatakan meninggal dunia," jelasnya merinci hasil medis.

Imbauan Pengawasan Anak

Dari hasil pemeriksaan luar secara lebih mendalam, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada unsur kekerasan apa pun dalam rentetan peristiwa memilukan tersebut.

Iptu Warsono menambahkan, dari hasil visum luar murni tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh mungil korban.

Kematian balita tersebut diyakini akibat sumbatan jalan napas saat tersedak mengonsumsi jelly.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," kata Warsono.

Menyikapi tragedi ini, pihak kepolisian mengingatkan secara tegas agar peristiwa serupa menjadi perhatian ekstra bagi para orang tua.

Pengawasan yang lebih ketat mutlak diperlukan, terutama di saat anak-anak mengonsumsi makanan yang memiliki risiko tinggi menyebabkan tersedak.

Kejadian ini juga menjadi pengingat nyata bahwa makanan ringan dengan tekstur kenyal seperti jelly dapat sangat berbahaya bagi saluran napas balita apabila dikonsumsi tanpa adanya pengawasan yang memadai. (jti)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.