TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN – Memasuki hari kedua pencarian korban hanyut akibat banjir di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), tim SAR gabungan masih belum menemukan satu korban yang tersisa hingga Rabu (15/4/2026) sore.
Tim SAR gabungan mengerahkan perahu hingga alat thermal untuk mencari Dewi Hayati (50) yang hanyut terseret arus di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman.
Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengatakan pencarian telah dilakukan sejak pagi dengan mengerahkan berbagai metode, namun hasilnya masih nihil.
“Untuk hari kedua ini, pencarian kami fokus pada satu korban yang masih belum ditemukan. Sejak pukul 07.30 WIB tim SAR gabungan sudah mulai bergerak melakukan pencarian,” ujar Novi.
Ia menjelaskan, tim dibagi menjadi beberapa regu (SRU) dengan metode pencarian berbeda, mulai dari penyisiran menggunakan perahu, pencarian dengan peralatan thermal, hingga penyisiran di sisi kiri dan kanan aliran sungai.
“SRU melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, kemudian ada yang menyisir sungai menggunakan perahu sejauh sekitar dua kilometer, serta tim darat yang menyisir bantaran sungai di kedua sisi,” jelasnya.
Baca juga: Aliansi Masyarakat Peduli Karim Desak Wako Padang Copot Kasat Pol PP, Beri Waktu 4 Hari
Meski upaya pencarian telah dimaksimalkan, hingga sore hari korban yang dicari belum juga ditemukan.
“Sampai saat ini laporan dari lapangan, korban masih belum ditemukan. Hasil pencarian hari ini nihil dan akan dilanjutkan kembali besok pagi,” katanya.
Sebelumnya, satu korban lainnya bernama Meji Ardi (37) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (14/4/2026) malam sekitar pukul 20.40 WIB, dengan jarak penemuan sekitar satu kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut.
Sementara itu, satu korban yang masih dalam pencarian adalah Dewi Hayati (50).
Novi menjelaskan, kedua korban diketahui bukan berasal dari satu keluarga, melainkan bertetangga.
Baca juga: Jaksa Tuntut Hukuman Mati Pengedar 50 Kg Sabu di Padang, Ari Badai Terbukti Jalankan Peran Krusial
Saat kejadian, mereka berencana melakukan perjalanan ke Bukittinggi untuk menghadiri acara wisuda.
“Korban ini bertetangga. Mereka berdomisili di Pasaman Barat, namun berasal dari Lubuk Sikaping,” ungkapnya.
Berdasarkan kronologi, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu hujan deras menyebabkan debit sungai meningkat dan meluap, hingga membuat kendaraan yang ditumpangi korban terjebak.
Ketika korban berusaha keluar dari mobil, arus sungai yang deras menyeret keduanya hingga hanyut.
Dalam operasi SAR hari kedua, sejumlah unsur terlibat di antaranya Pos SAR Pasaman, BPBD Kabupaten Pasaman, TNI, Polri, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta masyarakat setempat.
Baca juga: Cadangan Listrik Sumbar Sisa 3 Persen, Kadis ESDM Helmi Heriyanto: Harus Segera Tambah Pembangkit
Selain itu, pencarian juga diperkuat dengan tambahan satu unit perahu dari BPBD Pasaman Barat untuk memperluas jangkauan pencarian.
“Kami akan terus memantau kondisi debit air dan memaksimalkan pencarian dengan dukungan peralatan dan personel yang ada,” kata Novi.
Ia menambahkan, kondisi cuaca berupa hujan ringan serta kendala jaringan komunikasi di lokasi menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.
Meski demikian, tim SAR memastikan operasi akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan.
“Besok pagi pencarian akan kembali dilanjutkan dengan harapan korban dapat segera ditemukan,” tutupnya. (*)