TRIBUNNEWS.COM - Muslim yang sedang dalam perjalanan haji atau umrah dianjurkan untuk meningkatkan doa dan dzikir.
Kota Makkah adalah tanah suci yang menjadi tujuan jutaan Muslim dari seluruh dunia setiap tahunnya.
Di kota inilah berdiri Ka’bah, kiblat umat Islam, serta menjadi pusat pelaksanaan ibadah haji dan umrah yang penuh makna spiritual.
Setiap langkah menuju Makkah bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Karena itu, para jamaah dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir, termasuk membaca doa saat memasuki kota Makkah sebagai bentuk harapan akan keberkahan dan keselamatan dalam ibadah.
Mengutip Doa dan Zikir Haji dan Umrah oleh Kementerian Haji dan Umrah, berikut doa ketika memasuki kota Makkah.
Allaahumma haadzaa haramuka wa amnuka, faharrim lahmii wa damii wa sya'rii wa basyarii 'alan naari, wa aaminnii min 'adzaabika yauma tab'atsu 'ibaadaka, waj'alnii min auliyaa'ika wa ahli thaa'atika
Artinya: "Ya Allah, kota ini adalah Tanah Haram-Mu dan tempat aman-Mu, maka hindarkanlah daging, darah, rambut, dan kulitku dari neraka. Dan selamatkanlah diriku dari siksa-Mu pada hari Engkau membang-kitkan kembali hambahamba-Mu, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang selalu dekat dan taat kepada-Mu."
Baca juga: Doa Sholat Safar Sebelum Pergi Haji dan Umrah sesuai Sunah Rasulullah
Allaahumma laa taj‘al manaayaanaa bihaa hattā tukhrijanaa minhaa
Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kematian kami padanya sampai Engkau mengeluarkan kami daripadanya."
Allaahumma anta as-salaamu wa minka as-salaam, faḥayyinaa rabbanaa bis-salaam, wa adkhilnaa al-jannata daara as-salaam, tabaarakta yaa dzal-jalaali wal-ikraam, rabbighfir lii dzunuubii waftaḥ lii abwaaba raḥmatika, bismillaahi wal-ḥamdu lillaahi waṣ-ṣalaatu was-salaamu ‘alaa rasuulillaah
Artinya: "Ya Allah, Engkau sumber keselamatan dan dari-Mulah datangnya keselamatan, hidupkanlah kami wahai Tuhan kami dengan keselamatan, dan tempatkanlah kami pada surga, negeri keselamatan. Maha banyak anugerah-Mu dan Maha Tinggi Engkau wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kehormatan. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah pintu-pintu rahmatMu. (Aku masuk masjid ini) dengan Nama Allah disertai segala puji bagi Allah, serta salawat dan salamat untuk Rasulullah SAW."
Selain membaca doa-doa tersebut, jamaah juga dianjurkan untuk menjaga niat dan menghadirkan kekhusyukan sejak pertama kali menginjakkan kaki di Makkah.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyebutkan adab ketika memasuki kota Makkah, di antaranya:
Ketika pertama kali memasuki Makkah, seorang Muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan.
Doa ini menjadi ungkapan harapan agar Allah SWT menjaga diri dari siksa serta menjadikannya termasuk golongan orang-orang yang taat.
Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT: “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah: 125)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Makkah adalah tempat yang penuh keamanan dan keberkahan, sehingga sangat dianjurkan memperbanyak doa saat memasukinya.
Saat melangkahkan kaki ke Masjidil Haram, dianjurkan membaca doa sebagai bentuk penghormatan dan harapan akan rahmat Allah SWT. Doa ini berisi permohonan keselamatan, ampunan, serta harapan agar dimasukkan ke dalam surga.
Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaklah ia mengucapkan: ‘Allahummaftah lii abwaaba rahmatik (Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu).’” (HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan pentingnya doa saat memasuki masjid, terlebih Masjidil Haram yang memiliki keutamaan luar biasa.
Makkah sebagai kota suci menuntut setiap Muslim untuk menjaga kebersihan, baik secara pribadi maupun lingkungan.
Menjaga kebersihan bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga bagian dari ibadah dan penghormatan terhadap tempat yang dimuliakan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda: “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim)
Dengan menjaga kebersihan, jamaah turut menciptakan suasana ibadah yang nyaman dan khusyuk bagi semua orang.
Berada di Tanah Suci mengharuskan setiap Muslim untuk berpakaian dengan sopan dan menutup aurat sesuai syariat.
Pakaian yang rapi dan tidak berlebihan mencerminkan adab serta penghormatan terhadap kesucian tempat ibadah dan sesama jamaah.
Allah SWT berfirman: "Wahai anak Adam! Pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid...” (QS. Al-A’raf: 31)
Ayat ini menjadi dasar bahwa berpakaian dengan baik saat beribadah adalah bagian dari adab yang harus dijaga.
Selama berada di Makkah, penting bagi setiap jamaah untuk menjaga lisan dan perilaku. Hindari perdebatan, ucapan kasar, maupun tindakan yang dapat mengganggu ketenangan orang lain.
Suasana ibadah di Tanah Suci hendaknya dipenuhi dengan ketenangan, kesabaran, dan saling menghormati.
Allah SWT berfirman: “Barang siapa yang menetapkan niatnya untuk berhaji, maka tidak boleh berkata kotor, berbuat maksiat, dan berbantah-bantahan di dalam masa haji.” (QS. Al-Baqarah: 197)
Ayat ini menegaskan bahwa menjaga sikap dan ucapan adalah bagian penting dari kesempurnaan ibadah haji dan umrah.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)