TRIBUNNEWS.COM - Bencana banjir terjadi di sejumlah daerah di Indonesia beberapa hari terakhir.
Mulai dari Bandar Lampung (Lampung), Kabupaten Pasaman (Sumatra Barat), hingga wilayah Solo Raya (Jawa Tengah).
Banjir disebabkan meluapnya sungai akibat curah hujan yang tinggi.
Di Kota Solo, ada pemandangan tak biasa pada air banjir yang menggenang di Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta pada Rabu (15/4/2026).
Air banjir yang biasa berwarna keruh justru berwarna merah terang.
Lurah Joyotakan, Bambang Kristianto mengungkapkan warna merah ini diduga akibat pewarna tekstil yang dibuang di pinggir jalan dekat Sungai Wingko.
“Kita telusuri, di sekitar sini ada plastik, di dalamnya ada semacam pewarna yang memudar. Sehingga mungkin karena pekatnya pewarna itu sampai merata seperti ini,” ungkapnya kepada Tribun Solo, Rabu.
Hingga pukul 17.00 WIB, genangan yang memerah masih terjebak di jalan.
“Tadi pagi pintu air yang ini menutup, kurang ke bawah kita tutup. Air ini sudah terlanjur tidak bisa keluar. Jadi kalau ini sudah surut, kita buka, airnya masuk lagi,” tuturnya.
Sementara itu warga RT 3 RW 6 Joyotakan, Rusdi, menjelaskan pewarna tekstil ini sudah cukup lama jatuh dari sebuah mobil.
Baca juga: Banjir Melanda Sejumlah Titik di Indonesia, Sukoharjo hingga Lampung Tergenang Air
Mulanya oleh warga dipinggirkan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Namun saat banjir datang, pewarna tersebut larut dan membuat genangan berwarna merah.
“Itu sudah lama sekali barang itu jatuh, ada mobil lewat. Sama warga dipinggirkan. Itu kan lama sekali kering. Kena air jadi merah. Satu kemasan seperti karung itu. Biasanya tekstil. Yang sering lewat sini kan tekstil,” terangnya.
Hingga saat ini belum ada masalah kesehatan yang timbul akibat genangan ini.
Sementara itu di Lampung, banjir yang menerjang Kota Bandar Lampung pada Selasa malam mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Kawasan Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, diprediksi menjadi wilayah terparah lantaran diterjang banjir bandang.
Seorang warga RT 06, Lingkungan 1, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, bernama Dewi Melani (34) tak berhasil diselamatkan.
Camat Bumi Waras Budi Ardiyanto membenarkan informasi mengenai warganya yang meninggal dunia akibat banjir.
"Jadi korban Dewi ini meninggal dunia, terjebak di dalam rumah karena tanggul yang berdekatan dengan rumahnya jebol," kata Budi Ardiyanto, dilansir Tribun Lampung.
Budi menjelaskan, rumah korban berdekatan dengan sungai.
Air sungai yang meluap saat hujan deras mengguyur Kota Tapis Berseri, membuat tanggul pembatas setinggi 3 meter jebol.
Alhasil, air meluncur deras ke permukiman warga.Korban yang saat kejadian berada dalam rumah bersama orang tua, suami, serta anak-anaknya, tak mampu menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.
"Dia (korban) tak sempat naik ke lantai atas," ucap Budi.
(Tribunnews.com/Gilang P) ((TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin) (TribunLampung.co.id/Bayu Saputra)