SURYA.co.id, SURABAYA - Survei Poltracking Indonesia yang menunjukkan tingginya tingkat keterpilihan Partai Gerindra saat ini, disambut baik kader Gerindra di Jawa Timur.
Pimpinan Gerindra Jatim pun meminta agar seluruh kader terus mengawal berbagai program prioritas pemerintah Prabowo Subianto.
Survei Poltracking secara nasional ini digelar pada rentang 2-8 Maret 2026.
Sampel pada survei tersebut adalah 1.220 responden dengan margin of error +/-2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca juga: Bupati Tulungagung Terjaring OTT KPK, Gerindra Jatim : Gatut Sunu Belum Kader
Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia. Hasil survei ini dirilis pada Senin (13/4/2026).
Meski Pemilu terhitung masih lama, namun di antara hasil survei yang dilakukan tersebut antara lain adalah memotret elektabilitas partai politik yang ada di Indonesia.
Hasilnya, Partai Gerindra mendapat raihan elektabilitas sebesar 26,1 persen dan unggul dari partai lain.
"Tentunya kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas kepercayaan kepada Partai Gerindra. Hal tersebut menjadi penyemangat kami," kata Chusni Mubarok, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim saat dikonfirmasi SURYA.co.id dari Surabaya, Selasa (14/4/2026).
Pria yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang ini membaca, tingginya elektabilitas itu juga lantaran besarnya tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Diketahui, Prabowo merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.
Dalam survei yang sama itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo Subianto sebagai presiden yakni 74,9 persen.
Selain itu, tingginya elektabilitas ini juga dianggap sebagai penanda kinerja kader yang duduk di legislatif, eksekutif maupun struktural diterima dengan baik oleh masyarakat.
"Bagi kami kader-kader partai di Jawa Timur menjadi pelecut," ucap Chusni yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim.
Lebih jauh, Chusni menyebut para kader di Jawa Timur akan terus mengawal berbagai program prioritas pemerintah di masyarakat tujuannya agar dapat optimal.
"Intinya, kader-kader Partai Gerindra harus mengawal dan menyukseskan program-program pemerintah," ungkapnya.
Dikutip dalam keterangan tertulis, Masduri Amrawi yang merupakan Peneliti Utama Poltracking Indonesia memaparkan sejumlah temuan tentang survei tersebut.
Satu diantaranya adalah memang terkait elektabilitas partai politik yang dipotret pada awal Maret ini.
"Pada pengukuran elektabilitas partai politik, simulasi surat suara 18 partai politik, Partai Gerindra memperoleh elektabilitas 26,1 persen, diikuti PDI Perjuangan 15,4 persen dan Partai Golkar 9,0 persen," jelasnya.