Jude Bellingham: Hidup Matinya Real Madrid di Tangan Bayern Munchen
Drajat Sugiri April 15, 2026 09:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham merasa hidup mati timnya musim ini akan sangat bergantung pada hasil laga melawan Bayern Munchen.

Jika sampai kalah dan tersingkir dari babak perempat final Liga Champions musim ini, gegara Bayern Munchen.

Real Madrid terancam bakal puasa gelar lagi untuk kedua kalinya secara beruntun di semua kompetisi.

Pada musim lalu, Real Madrid diketahui harus merasakan puasa gelar di kompetisi manapun.

Di kompetisi domestik mulai Liga Spanyol, Copa Del Rey, bahkan termasuk ajang Piala Super Spanyol.

Real Madrid tidak mampu menjadi juara di satupun kompetisi, lantaran semua gelar dimenangkan Barcelona.

Sementara di Liga Champions, langkah Real Madrid selaku raja kompetisi, terhenti secara tragis di tangan Arsenal, pada babak perempat final musim lalu.

Di akhir musim, Real Madrid pun menyudahi perjalanan panjangnya tanpa memenangkan satu gelar pun.

DUEL BOLA - Perebutan bola antara pemain Real Madrid, Arda Güler menghadapi pemain Albacete pada babak 16 besar Copa del Rey 2025/2026 di Estadio Carlos Belmonte pada Kamis (15/1/2026). (Website Madrid - 15/1/2026).
DUEL BOLA - Perebutan bola antara pemain Real Madrid, Arda Güler menghadapi pemain Albacete pada babak 16 besar Copa del Rey 2025/2026 di Estadio Carlos Belmonte pada Kamis (15/1/2026). (Website Madrid - 15/1/2026). (Real Madrid)

Kini, situasi dejavu rawan dirasakan lagi oleh Real Madrid yang kembali terancam puasa gelar di akhir musim ini.

Setelah gagal memenangkan Piala Super Spanyol, lantaran dipecundangi Barcelona di babak final alias penentuan gelar.

Real Madrid sudah mustahil meraih gelar di Copa Del Rey, setelah disingkirkan Albacete di babak 16 besar.

Sementara di Liga Spanyol, Real Madrid tertinggal sembilan poin dari Barcelona selaku pemuncak klasemen, di kala kompetisi tinggal menyisakan tujuh laga sisa saja.

Lalu di Liga Champions, Real Madrid terancam tersingkir di tangan Bayern Munchen, setelah tertinggal agregat 2-1 pada leg pertama babak perempat final.

Berkaca dari situasi tersebut, Real Madrid kini terancam puasa gelar lagi, jika tidak mampu mengejar Barcelona di Liga Spanyol, serta tersingkir dari ajang Liga Champions di tangan Bayern Munchen.

Hal itu tentu tidak ingin dirasakan oleh Real Madrid sebagai salah satu klub terbaik abad ini.

Karena jika Real Madrid sampai puasa gelar lagi musim ini, maka untuk pertama kalinya bagi El Real merasakan situasi serupa seperti 20 tahun silam, ketika mereka terakhir kali tidak bisa menjuarai kompetisi apapun dalam dua musim beruntun.

SELEBRASI BELLINGHAM - Pemain asal Inggris, Jude Bellingham, merayakan gol Real Madrid ke gawang Sevilla pada lanjutan pekan ke-17 Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Minggu (21/12/2025). (Instagram Real Madrid - 21/12/2025).
SELEBRASI BELLINGHAM - Pemain asal Inggris, Jude Bellingham, merayakan gol Real Madrid ke gawang Sevilla pada lanjutan pekan ke-17 Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Minggu (21/12/2025). (Instagram Real Madrid - 21/12/2025). (Real Madrid)

Kenyataan itulah yang tidak diinginkan Bellingham sebagai salah satu pilar andalan Real Madrid.

Tak salah, jika Bellingham menyebut laga leg kedua babak 8 besar melawan Bayern Munchen yang akan berlangsung di Allianz Arena, Kamis (16/4/2026) sebagai momen hidup mati tim yang ia perkuat.

"Mengingat apa yang telah terjadi di liga dan piala, pertandingan besok hampir seperti final bagi kami," akui Bellingham dilansir laman resmi UEFA.

"Mengingat situasi yang kami hadapi, kami harus tetap bermain untuk sesuatu, daripada membiarkan laga berlalu begitu saja,"

"Kekalahan apapun di Liga Champions jelas terasa seperti bencana,"

"Seperti yang saya katakan, mengingat situasi yang tim ini hadapi, kita mengerti besok (red: melawan Bayern Munchen) adalah final,"

"Rasanya seolah-olah segalanya bergantung pada laga ini, ini seperti laga hidup mati," tukasnya menambahkan.

Lebih lanjut, Bellingham menyadari timnya tidak terlalu diunggulkan.

Hanya saja, sebagai tim yang berstatus raja Liga Champions, Bellingham ingin Real Madrid berjuang mati-matian.

Karena jika bisa melewati lubang maut melawan Bayern Munchen, Bellingham sepenuhnya yakin bahwa timnya akan memprioritaskan kompetisi Liga Champions, ketimbang Liga Spanyol di akhir musim.

"Kami ingin percaya bahwa kami punya banyak peluang, sekalipun besok tidak berjalan baik, inilah sepak bola," tegasnya.

"Kami telah kehilangan terlalu banyak poin di liga, besok adalah kesempatan untuk menghapus semua itu,"

"Jika kami tampil bagus dan melaju di Liga Champions, maka liga bisa menjadi prioritas kedua," tutupnya.

Agar bisa lolos ke semifinal Liga Champions dan menantang PSG, Real Madrid perlu keajaiban yakni harus bisa mengalahkan Bayern Munchen dengan margin minimal dua gol, dinihari nanti.

Layak dinanti seperti apa perjuangan Jude Bellingham dan skuad Real Madrid untuk menciptakan keajaiban tersebut?

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.