Tulang Hidung Geser, Wanita Diduga Dihajar Oknum Anggota DPRD di Tempat Karaoke
Noval Andriansyah April 15, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Ungaran - Seorang perempuan dilaporkan mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, mulai dari lengan, paha, punggung hingga wajah, setelah diduga dianiaya di tempat karaoke di kawasan Bandungan, Semarang.

Bahkan, menurut kuasa hukumnya, tulang hidung korban sampai bergeser ke kanan akibat kejadian tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada malam hari itu kini menjadi perbincangan luas setelah kisahnya viral di media sosial.

Sorotan publik muncul setelah video pernyataan kuasa hukum korban beredar di TikTok.

Dalam video tersebut, kuasa hukum korban menyampaikan rencana untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang dialami kliennya.

Baca juga: Heboh Anggota Dewan Diduga Aniaya Wanita di Tempat Karaoke, Videonya Viral

Kasus ini pun menyeret nama seorang terduga pelaku yang disebut sebagai oknum anggota dewan.

Dalam keterangannya, kuasa hukum mengatakan dirinya bersama korban telah mendatangi Polres Semarang pada Senin (13/4/2026).

Kedatangan mereka untuk mengadukan dugaan tindak kekerasan yang terjadi di lokasi hiburan malam tersebut.

Dikutip dari TribunJateng.com, peristiwa itu diduga terjadi saat korban dan terlapor berada di tempat karaoke di kawasan Bandungan.

Kuasa hukum menyebut, saat itu terduga pelaku berada dalam kondisi terpengaruh alkohol.

Dalam kondisi tersebut, ia diduga melakukan penganiayaan secara berulang terhadap korban.

Akibatnya, korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh dari lengan sampai ke paha, punggung, hingga muka.

Bahkan tulang hidung korban disebut bergeser ke kanan.

“Dengan kejadian tersebut kami mengadukan hal ini ke Polres Kabupaten Semarang,” kata kuasa hukum korban dalam video yang beredar.

Ia juga meminta pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami minta kepada Ibu Kapolres beserta Bapak Kasat Reskrim untuk segera menangkap dan melakukan tindakan seadil-adilnya, menegakkan hukum setinggi-tingginya,” ujarnya.

Kuasa hukum juga menyinggung bahwa peristiwa ini mencoreng citra lembaga legislatif karena terduga pelaku disebut sebagai salah satu oknum anggota dewan.

“Kami mohon segera dilakukan penangkapan,” katanya.

Belum Ada Laporan di Polisi

Namun, hingga saat dikonfirmasi, pihak kepolisian menyatakan belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Semarang, Bodia Teja Lelana, mengatakan laporan belum masuk sehingga pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

"Mohon maaf, belum ada aduan, jadi kami belum dapat memberikan keterangan," terangnya, melalui pesan singkat.

Ia juga menyebutkan bahwa rencana pelaporan sempat tertunda dan kemungkinan baru akan diajukan dalam waktu dekat.

"Semalam tidak jadi (laporan). Mau buat lapor hari ini," ucapnya.

Diduga Anggota DPRD Temanggung

Sementara itu, Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Semarang, Zaenudin, mengaku baru mengetahui informasi tersebut dari video yang beredar di media sosial.

Setelah melakukan penelusuran internal, ia menyebut bahwa oknum yang dimaksud bukan berasal dari DPRD Kabupaten Semarang, melainkan diduga anggota DPRD dari Kabupaten Temanggung.

"Saya baru lihat, kemudian coba konfirmasi ke teman-teman."

"Informasinya itu oknum anggota DPRD dari Kabupaten Temanggung, hanya tempat kejadiannya di Kabupaten Semarang," jelasnya.

Terkait dugaan afiliasi partai, Zaenudin menyatakan belum dapat memastikan apakah oknum tersebut berasal dari Partai PPP.

Namun, ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan.

"Tentunya, kami selaku DPRD dari PPP tidak melakukan hal-hal seperti itu. Bagaimanapun itu tindak pidana. Tidak boleh. Alhamdulillah, Kabupaten Semarang selama ini nggak ada apa-apa," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.