Barcelona Tersingkir, Raphinha Ngamuk Bawa-bawa Kata Rampok
Arie Noer Rachmawati April 15, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Kekecewaan besar menyelimuti FC Barcelona setelah tersingkir dari Liga Champions UEFA musim 2025/2026.

Salah satu yang paling emosional adalah Raphinha, yang meluapkan kemarahannya usai timnya gagal melaju ke semifinal.

Bermain di markas Atletico Madrid, Stadion Civitas Metropolitano, pada leg kedua perempat final, Barcelona sebenarnya mampu meraih kemenangan 2-1.

Namun hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan, karena mereka kalah agregat 2-3 setelah sebelumnya tumbang 0-2 di leg pertama.

Tim asuhan Hansi Flick sempat tampil menjanjikan di awal laga.

Dua gol cepat dari Lamine Yamal dan Ferran Torres membuat Barcelona unggul lebih dulu.

Sayangnya, keunggulan itu tak bertahan lama setelah Ademola Lookman mencetak gol balasan untuk Atletico.

Skor 2-1 bertahan hingga pertandingan usai, sekaligus memastikan langkah Barcelona terhenti di kompetisi elit Eropa tersebut.

Kegagalan ini memicu kekecewaan mendalam di kubu Blaugrana.

Raphinha, yang tidak bermain karena cedera, tetap hadir langsung di stadion untuk mendukung timnya.

Namun hasil akhir membuatnya emosi hingga melontarkan kata-kata keras sebagai bentuk protes atas situasi yang terjadi.

Tersingkirnya Barcelona kembali memperpanjang penantian mereka untuk meraih trofi Liga Champions, yang selama beberapa musim terakhir belum berhasil mereka dapatkan.

Baca juga: Prediksi Barcelona vs Atletico Madrid di Liga Champions: Head to Head, Susunan Pemain dan Skor

Baca juga: Capres Barcelona Dibilang Halu dan Tak Tahu Malu Gara-gara Janji Bisa Boyong Erling Haaland

Ngamuk ke Wasit

Kekesalan yang ditunjukkan oleh Raphinha mengarah ke wasit yang memimpin jalannya laga di Civitas Metropolitano.

Wasit Clement Turpin dijadikan kambing hitam oleh pemain berusia 29 tahun tersebut.

Keputusan-keputusan dari Clement Turpin dianggapnya penuh kontroversial dan merugikan bagi Barcelona.

"Itu pertandingan yang dirampok, wasit memiliki banyak masalah," ucap Raphinha seperti dikutip dari DAZN Brasil.

"Para pemain Atlético melakukan entah berapa banyak pelanggaran dan wasit tidak memberi mereka kartu kuning."

"Wajar apabila satu kesalahan terjadi." 

"Namun, ini terjadi kembali di laga lain."

"Kami bermain sangat baik, tetapi laga melawan Atletico seperti dirampas dari kami," pungkasnya.

Baca juga: Ivan Rakitic Berubah, Dulu Main di Barcelona Kini Malah Unggulkan Real Madrid

Puasa Gelar Liga Champions

Pertandingan tensi tinggi seperti laga Atletico Madrid vs Barcelona berpotensi menghadirkan kontroversi.

Namun, terlepas dari hal itu, Barca harus kembali berpuasa gelar Liga Champions.

Musim lalu langkah mereka harus terhenti di tangan Inter Milan di babak semifinal.

Tercatat sudah 11 tahun raksasa Catalunya nirgelar Si Kuping Besar.

Kali terakhir mereka mengangkat piala pada musim 2014-2015 saat Luis Enrique menjadi nakhoda dengan turut serta meraih treble winner.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.