TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Isu pelecehan seksual yang viral terjadi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia ( FH UI) berkembang hingga ke kampus lain.
Kini giliran IPB University yang dihantam isu pelecehan seksual oleh mahasiswa.
Belakangan beredar isu grup chat diduga mahasiswa IPB jurusan Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) angkatan 59 (2022) bermuatan kata-kata tak senonoh yang melecehkan sesama mahasiswi.
Isi chat tersebut diungkap oleh akun X (Twitter) ipb_menfess pada Selasa (14/4/2026).
Dalam chat yang dibagikan, terlihat beberapa mahasiwa membincangkan hal-hal vulgar seraya membahas sosok wanita dan keluh kesah perkuliahan.
"TMB-59 IPB juga ternyata punya grup yang isinya ngelecehin sesama anak kampus," tulis akun @ipb_menfess.
Terkait dengan pengakuan para korban, akun ipb_menfess membongkar cerita mengejutkan.
Kabarnya, para korban sudah memendam kekalutan terkait pelecehan seksual itu sejak dua tahun lalu.
Alasan para korban tidak berani membongkar isu pelecehan seksual tersebut ke pihak kampus karena mendapat ancaman.
Para korban kabarnya diancam tidak akan lulus ospek jurusan jika menyebarkan chat tak senonoh tersebut ke orang luar departemen.
Kini setelah dua tahun menyimpan kepedihan atas pelecehan seksual verbal tersebut, para korban akhirnya buka suara.
"2024 grup chat berisi percakapan tidak senonoh milik TMB 59 tersebar.
2024 forum dadakan, para korban dibungkam oleh kating dengan ancaman tidak lulus MPD
2025 kasus ditutup rapat dengan dalih 'menjaga nama baik departemen'
2026 korban angkat suara mencari keadilan," tulis akun ipb_menfess.
Terkait alasan baru berani buka suara setelah dua tahun kasusnya berlalu, para korban mengungkap kekalutannya.
Para korban mengaku tidak punya keberanian seperti mahasiswa FH UI yang viral sampai menyidangkan 16 terduga pelaku pelecehan seksual.
"'Kenapa dulu gak diexpose aja sekalian? kenapa skrng dibahas lagi?' Gw gak punya privilege untuk bisa seberani teman-teman di UI guys. Endingnya juga yang diprotect siapa," kata diduga para korban.
Lebih lanjut, akun ipb_menfess juga membagikan cerita dari mahasiswa yang mengaku jurusan TMB angkatan 59.
Katanya, persoalan pelecehan seksual verbal di grup chat itu sudah terselesaikan sejak dua tahun lalu.
Namun terkait dengan pengakuan tersebut, para korban yang juga mahasiswa TMB 59 membantahnya.
Diungkap para korban, mereka dulu diancam hingga akhirnya terpaksa damai dan tidak memperpanjang perkara tersebut.
"Bohong. Mereka bilang ga bakal lulus sapa. Disuruh kekeluargaan aja. Padahal kita semua mau up ke menfess. Mereka bilang gimana kalau departemen jelek. Dan di forum itu mereka baru minta maaf saat kita udah kasih bukti," akui para korban.
Saat disidang angkatan dengan kakak tingkat, para terduga pelaku mengaku hanya bercanda saja berkirim pesan tak senonoh di grup.
"Kakak tau awalnya mereka bilang apa. Mereka bilang kita lebay itu budaya mereka top-top wanita seperti itu. Katanya itu bercandaan internal aja ga mungkin sampe ke eksternal," ungkap para korban.
"Iya kita terpaksa kak berdamai," sambungnya.
Baca juga: Pilu Curhatan Korban Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, Sudah Tahu Sejak 2025 Tapi Tak Berani Lapor
Isu pelecehan seksual yang terjadi di IPB tersebut viral, para terduga pelaku akhirnya merespon.
Diungkap akun ipb_menfess, para terduga pelaku langsung menghubungi para korban karena kasus mereka kembali viral.
"Assalamualaikum maaf banget ganggu waktunya. Gw mau tanya aja buat yang di ipb menfess kira-kira tau ga ya yg up lagi siapa? gw kira masalahnya udah selesai pas di lapten bareng abang-abang dan juga waktu di pinus. Jujur gw tau gw salah dan gw minta maaf banget sekali lagi. Tindakan yang gw lakuin emang ga bisa dibenerin, tapi bisa ga kita omongin lagi baik? tolong ya gw minta maaf banget lagi sebesar-besarnya," isi chat terduga pelaku.
"Tapi lu mikir ga korban jadi takut. Lu mikir ga kalau dulu terpaksa damai? lu mikir ga dengan embel-embel sapa lu sama teman-teman lu masih diprotect," balas terduga korban.
"Iya gw tau. Bisa call atau ketemu ga? biar lebih jelas," pinta terduga pelaku.