Kronologi 2 Remaja Jadi Korban Begal di Jakarta Pusat, Korban Diancam Pakai Senjata Tajam
Vivi Febrianti April 16, 2026 01:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kejadian dua orang remaja menjadi korban begal oleh empat orang pria di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, viral di media sosial pada Rabu (15/4/2026).

Dilansir unggahan video akun Instagram @jakarta.terkini, semula tampak dua remaja pria sedang berboncengan sepeda motor di sebuah jalan raya yang sepi pada malam hari.

Tiba-tiba dari arah belakang muncul empat orang pria yang berboncengan menggunakan dua motor dan langsung mendekati motor korban.

Salah satu pria pelaku tampak memukul bagian depan samping kemudi motor korban.

Mendapat perlakuan tersebut, dua orang remaja terlihat bingung dan memelankan laju motor.

Salah satu pelaku pun langsung turun dari motor dan menghampiri korban.

Terlihat pelaku membawa celurit yang langsung dikaitkan dengan bagian depan samping kemudi motor korban.

Pelaku itu kemudian meminta kedua korban turun dari motor.

Pelaku lantas menguasai motor tersebut.

Sementara itu, satu korban lain tampak berjalan ke arah trotoar.

Ia kemudian didekati oleh dua pelaku lain yang membawa celurit dan memberikan kode untuk menyerahkan handphone yang dibawanya.

Korban langsung menyerahkan handphone tanpa perlawanan.

Setelah itu, keempat pelaku begal langsung pergi sambil membawa motor dan handphone hasil rampasan.

Kedua korban ditinggalkan di pinggir trotoar yang sepi.

Merespons kejadian yang viral tersebut, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra mengatakan bahwa korban sudah membuat laporan polisi.

“Korban sudah membuat laporan dan kita juga sedang mengidentifikasi,” ujar Roby di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Rabu.

Ia menyebutkan, tidak menutup kemungkinan pelaku dalam peristiwa tersebut memiliki keterkaitan dengan kasus begal terhadap petugas pemadam kebakaran (damkar) pada 2 April 2026 lalu.

Sebab, pola aksi yang dilakukan dinilai memiliki kemiripan. Pemeriksaan di lokasi kejadian juga telah dilakukan oleh pihak kepolisian. 

“Kami masih cari bukti-buktinya,” tuturnya.

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.