Alasan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Tolak Laga Arema FC Vs Persebaya: Kami Meragukan
Dyan Rekohadi April 16, 2026 01:32 AM

Laporan : Lu lu ul Isnainiyah

SURYA.CO.ID, MALANG - Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan menolak pertandingan Arema FC vs Persebaya berlangsung di Stadion Kanjuruhan.

Penolakan ini disampaikan mereka ke DPRD Kabupaten Malang, Selasa (14//4/2026) sore. 

Penyampaian aspirasi oleh sejumlah keluarga korban ini diterima langsung oleh perwakilan anggota DPRD Kabupaten Malang baik dari Komisi I, II, III, dan IV. 

Baca juga: Pertandingan Arema FC Vs Persebaya Terancam Gagal Digelar di Kanjuruhan Malang Setelah Rapat

 

Surat Pernyataan Sikap

Devi Athok, salah satu perwakilan keluarga korban Targedi Kanjuruhan membacakan Surat Pernyataan di hadapan para anggota DPRD Kabupaten Malang. 

Surat Pernyataan itu berisi penolakan terkait pelaksanaan pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.

Alasan penolakan yang dibacakan oleh Devi Athok antara lain, Stadion Kanjuruhan merupakan lokasi duka dan luka mendalam.

Pertandingan Arema FC vs Persebaya dapat memicu trauma piskologis bagi keluarga korban dan masyarakat. 

"Kami menolak normalisasi tragedi seolah-olah peristiwa kemanusiaan tersebut telah selesai dan tidak meninggalkan dampak kenyataan yang ada, menurut pandangan kami sebagai keluarga korban, kalian hanya memikirkan nilai komersial pertandingan dan euforia belaka tanpa memikirkan trauma dan luka kami," katanya. 

"Kami masih meragukan kesiapan pengamanan dan manajamen kerumunan apabila pertandingan besar dilaksanakan di Kanjuruhan. Kesemalatan suporter dan masyarakat harus menjadi prioritas utama," jelasnya. 

Selanjutnya, mereka mendesak agar pertandingan Arema FC dan Persebaya dipindahkan ke stadion lain sebagai bentuk penghormatan terharap korban dan keluarga yang masih berduka. 


Melalui surat pernyataan ini, mereka meminta kepada PSSI, PT LIB, Polri, Pemerintah Kabupaten Malang serta jajaran lainnya untuk menghormati aspirasi keluarga korban. 

Baca juga: 6 Poin Kesepakatan Suporter Arema Di Derbi Jatim Arema Vs Persebaya,  Aman Tertib di Kanjuruhan  

 

Poin Penolakan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan :

  • Pertandingan Arema FC vs Persebaya dapat memicu trauma piskologis bagi keluarga korban dan masyarakat. 
  • Menolak normalisasi tragedi seolah-olah peristiwa kemanusiaan tersebut telah selesai dan tidak meninggalkan dampak kenyataan yang ada
  • Masih meragukan kesiapan pengamanan dan manajamen kerumunan apabila pertandingan besar dilaksanakan di stadion Kanjuruhan.
  • Mendesak agar pertandingan Arema FC dan Persebaya dipindahkan ke stadion lain sebagai bentuk penghormatan terharap korban dan keluarga yang masih berduka. 
  • meminta kepada PSSI, PT LIB, Polri, Pemerintah Kabupaten Malang serta jajaran lainnya untuk menghormati aspirasi keluarga korban. 

Baca juga: Di Balik Wacana Batalnya Laga Arema FC Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Bupati Malang Speak Up

 

DPRD Kabupaten Malang Tampung Pro dan Kontra

Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok telah menerima dan menampung aspirasi dari keluarga korban soal penolakan pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. 

"Kami telah menampung (aspirasi), dan kami butuh waktu berkoordinasi karena penyelenggara ini kan PT LIB, bukan pemerintah saja. Maka, harus ada ruang koordinasi di sana," imbuh Zulham. 

Selanjutnya, dewan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian sebagai pihak yang berwenang memberikan izin atas pertandingan ini. Secepatnya, aspirasi yang diterima ini akan disampaikan langsung ke Polres Malang. 

Secara pribadi, politisi dari PDI Perjuangan ini telah menerima banyak aspirasi, bukan hanya dari keluarga korban saja, melainkan dari masyarakat, Aremania. Aspirasi yang diterima pun beragam, mulai pro dan kontra terkait pertandingan derby ini. 

"Ada dua perbedaan, ada yang pro dan ada yang kontra. Tapi sikap kami sebagai lembaga, kami tampung semua aspirasi tersebut," tukasnya.

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.