TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat terus mempercepat pembangunan listrik desa guna memastikan masyarakat di wilayah terpencil dapat menikmati akses listrik yang andal dan berkelanjutan.
Untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana, jajaran manajemen PLN melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi pembangunan jaringan listrik di Kalimantan Barat, Selasa (14/4).
General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G. I. Gunawan, didampingi Manager Unit Pelaksana Pembangunan Kelistrikan (UP2K) Khatulistiwa, Dany Baharaja Pasaribu beserta tim, meninjau langsung lokasi pembangunan listrik desa di Desa Muara Baru, Kabupaten Kubu Raya.
Pada waktu yang sama, peninjauan juga dilakukan di Desa Sampuro, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak oleh Senior Manager Distribusi PLN UID Kalimantan Barat, Salmon Kareth bersama tim.
Maria menjelaskan, pembangunan jaringan listrik di Desa Muara Baru mencakup Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 39,98 kilometer sirkuit dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 14,85 kilometer sirkuit.
Selain itu, PLN juga membangun 7 unit gardu distribusi dengan kapasitas masing-masing 3 unit 50 kVA, 3 unit 100 kVA, dan 1 unit 160 kVA, yang akan melayani sekitar 277 pelanggan di wilayah tersebut.
Sementara itu, untuk melistriki masyarakat di Desa Sampuro, PLN membangun JTM sepanjang 3,5 kilometer sirkuit dan JTR sepanjang 1,9 kilometer sirkuit, serta 1 unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA dengan potensi sekitar 33 pelanggan.
Baca juga: PLN Tanamkan Kesadaran Keselamatan Listrik Sejak Dini Lewat Lomba Mewarnai dan Dongeng Interaktif
Menurut Maria, pembangunan listrik desa di Kalimantan Barat memiliki tantangan tersendiri, terutama karena kondisi geografis yang beragam serta keterbatasan akses infrastruktur menuju lokasi pembangunan.
Sejumlah lokasi harus ditempuh melalui jalur perbukitan, hutan, sungai, hingga jalan yang belum sepenuhnya memadai sehingga proses pengangkutan material membutuhkan upaya ekstra dari tim di lapangan.
“Karakteristik wilayah Kalimantan Barat yang cukup menantang membuat proses pembangunan jaringan listrik membutuhkan kerja keras serta koordinasi yang baik. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat agar pembangunan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Maria.
Ia menegaskan bahwa berbagai tantangan tersebut tidak menyurutkan komitmen PLN untuk terus memperluas akses listrik hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau layanan kelistrikan.
“PLN berkomitmen menghadirkan listrik yang merata dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Percepatan pembangunan listrik desa ini juga sejalan dengan arahan Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia serta Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang menekankan pentingnya pemerataan akses energi untuk mewujudkan Indonesia yang semakin terang, maju, dan berdaya,” tambahnya.
Melalui program listrik desa ini, PLN berharap kehadiran listrik tidak hanya menerangi rumah-rumah warga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan Barat. (*)