Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
TRIBUNAMBON.COM - Kapendam XV/Pattimura Kolonel Heri Krisdianto pastikan Kodam tak lepas tangan dan tetap komitmen akan tanggung jawab penuh terhadap korban insiden kecelakaan kendaraan dinas TNI AD di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon, Jumat (6/3/2026).
Kodam juga terus melakukan pendekatan kekeluargaan dalam menangani musibah ini.
Sejumlah langkah bentuk tanggung jawab Kodam, yakni: memberikan santunan sebesar Rp25.000.000 kepada keluarga untuk meringankan beban awal.
Kemudian aksi kemanusiaan anggota TNI menyumbangkan puluhan kantong darah demi menjamin kelancaran prosedur bedah.
Selain itu, Kodam terus memantau perkembangan kesehatan, termasuk memastikan korban mendapatkan penanganan medis terbaik hingga pulih total.
Kondisi korban pun menunjukkan tren positif pasca-operasi di RSUP Leimena: telah sadar penuh, dapat berkomunikasi dan mulai berlatih berjalan.
Baca juga: Siswi SMP di Ambon Dilindas Truk TNI, Pangdam Mayjen Putranto Tak Pernah Jenguk
Baca juga: Ekspos Adipura Kota Ambon, Wali Kota: Upayakan Bersih, Hijau dan Asri, Bukan Sekedar Penghargaan
Meskipun ini musibah, kata Kapendam, proses hukum tetap berjalan terhadap sopir truk dan kendaraan masih ditahan di Pomdam XV/Pattimura sebagai barang bukti.
"Jika masih terdapat miskoordinasi selama masa pengobatan, kami sangat terbuka untuk berkoordinasi mendalam dengan pihak keluarga guna mencari solusi terbaik. Kehadiran TNI AD dalam mengawal pemulihan ini merupakan bukti nyata bahwa institusi tidak lepas tangan dan senantiasa mengedepankan sisi kemanusiaan," ujar Kolonel Heri.
Dijelaskan terkait kecelakaan tersebut, peristiwa terjadi pada Jumat (6/3/2026) pukul 18.30 WIT.
Saat itu, konvoi truk TNI AD pengangkut Calon Siswa (Casis) melintas dengan pengawalan resmi Polisi Militer.
Di depan kantor Jasa Raharja, sebuah motor ojek daring yang dikendarai JS (49) diduga mencoba masuk ke jalur konvoi hingga bersenggolan dengan truk terakhir.
Akibatnya, penumpang motor (SKP) mengalami cedera serius pada bagian panggul.
Sementara itu, menyoal kegaduhan akibat video CCTV yang beredar di masyarakat, Kolonel Heri Krisdianto menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
"Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Pihak Kodam memastikan bahwa empati masyarakat menjadi perhatian serius kami, dan setiap tindakan yang diambil sejak hari pertama didasari oleh niat tulus untuk membantu korban," ujar Kapendam.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan objektif dalam menyerap informasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, terutama memberikan prioritas pada kendaraan dalam pengawalan resmi sesuai UU No. 22 Tahun 2009 demi keselamatan bersama agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (*)