Isrodin Pendiri Sekolah Hutan Banyumas Masuk Kandidat Penerima Kalpataru Jateng 
M Syofri Kurniawan April 16, 2026 09:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Isrodin (43), pendiri sekolah hutan di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, masuk sebagai kandidat penerima Penghargaan Kalpataru Tingkat Jawa Tengah kategori Perintis Lingkungan. 

Pria yang akrab disapa Kang Is itu mendirikan MTs Pakis dengan pendidikan berbasis Agroforestri di tahun 2013.

Sekolah tersebut menerapkan sistem pendidikan lingkungan yang terintegrasi dengan konservasi alam dan keanekaragaman hayati.

Baca juga: Selangor Kepincut Model Banyumas, Pengelolaan Sampah Berbasis Warga Jadi Sorotan Internasional

Isrodin masuk kategori perintis lingkungan dengan tiga kandidat lainnya, yaitu Akhmad Ishadi Sukiwan dari Banyumas, Achmad Solikan dari Magelang, dan Sri Widodo dari Klaten.

Dalam prosesnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Pemprov Jawa Tengah beserta Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) dan Biri Perekonomian melakukan verifikasi lapangan di MTs Pakis, Rabu (15/4/2026).

VERIFIKASI LAPANGAN - Pendiri sekolah hutan MTs Pakis, Isrodin (pakai topi) saat menerima sejumlah pertanyaan tim penilai kandidat penerima penghargaan Kalpataru tingkat Jawa Tengah di MTs Pakis, Rabu (15/4/2026). Isrodin masuk kategori perintis lingkungan. (Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad)
VERIFIKASI LAPANGAN - Pendiri sekolah hutan MTs Pakis, Isrodin (pakai topi) saat menerima sejumlah pertanyaan tim penilai kandidat penerima penghargaan Kalpataru tingkat Jawa Tengah di MTs Pakis, Rabu (15/4/2026). Isrodin masuk kategori perintis lingkungan. (Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad) (TRIBUN JATENG/Fajar Bahruddin Achmad)

Tim penilai, Heryanti mengatakan, semula ada 11 orang kategori perintis lingkungan sebagai kandidat penerima penghargaan Kalpataru tingkat Jawa Tengah. 

Lalu dilakukan verifikasi berkas dengan mengecek portofolio, video dan dokumentasi yang dilampirkan hingga lolos 4 orang kandidat. 

"Saat ini kami langsung verifikasi lapangan untuk memastikan kesesuaian dengan berkas. Termasuk menanyakan pihak-pihak terkait tentang sosok kandidat yang bersangkutan," katanya kepada tribunbanyumas.com.

Heryanti mengatakan, penilaian terhadap kategori perintis lingkungan yaitu bentuk kegiatan, kebaruan lalu dampak ekologi, ekonomi, dan sosial. 

Nantinya ada tiga terbaik yang akan mendapat penghargaan dari Pemprov Jateng.

Terbaik pertama kemudian akan diusulkan untuk maju sebagai kandidat penerima penghargaan Kalpataru tingkat nasional. 

"Jadi penghargaan ini sebenernya merupakan apresiasi kepada masyarakat yang tulus, iklas dan peduli terhadap lingkungan. Harapannya, sosok ini juga bisa memberikan contoh kepada masyarakat," ungkapnya. 

Kandidat, Isrodin mengatakan, dia merasa senang masuk sebagai kandidat penerima penghargaan Kalpataru tingkat Jawa Tengah.

Menurutnya hal itu menandakan bahwa proses pendidikan di MTs Pakis dilihat oleh pemerintah. 

Baginya, lolos ataupun tidak yang terpenting pendidikan di lingkungan MTs Pakis tetap berjalan.

"Lolos tidaknya yang paling prinsip pendidikan lingkungan MTs Pakis dengan konservasi hutan dan ekologi ini terus berjalan. Anak-anak juga senang dengan kehadiran tim verifikasi," ungkapnya. 

Isrodin mengatakan, MTs Pakis selama ini menerapkan pendidikan berbasis Agroforestri.

Pendidikan lingkungan yang terintegrasi dengan konservasi alam, keanekaragaman hayati, ekologi dan peningkatan ekonomi dengan budidaya kopi. 

"Kopi di sini sudah kita praktekan sampai hirilisasi produk. Harapannya kedepan mampu menopang pendidikan dengan berwirausaha," harapnya. (fba)

Baca juga: Berikut Sejumlah Proyek Jumbo Banyumas yang Ditawarkan ke Rusia, Kejar Target Ekspor Rp1,6 Triliun

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.