TRIBUNSUMSEL.COM - Mengamalkan Sholawat Dauni bisa menjadi cara sederhana bagi seorang muslim untuk mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.
Diketahui bahwasanya Sholawat Dauni merupakan qasidah yang mengandung makna mendalam tentang kerinduan seorang hamba kepada Baginda Nabi Muhammad SAW serta ungkapan kepasrahan dalam mencintai Sang Khalik.
Liriknya yang ikonik, "Dauni dauni unaji habibi," memiliki arti "Biarkan aku sendiri dalam munajat kepada kekasihku," yang menggambarkan momen spiritualitas yang intim dan upaya melepaskan diri dari segala gangguan duniawi demi fokus memuji Rasulullah.
Di Indonesia, sholawat ini sangat populer di kalangan majelis taklim dan pecinta selawat karena iramanya yang menenangkan sekaligus mampu membangkitkan rasa cinta serta harapan untuk mendapatkan syafaat di hari akhir.
Berikut sajian selengkapnya untuk bacaan Sholawat Dauni dalam tulisan Arab, Latin, Arti dan keutamaannya.
__________
دَعُـوْنِي دَعُـوْنِي أُنَاجِي حَبِيْبِي
Da'uunii Da'uunii unaajii habiibii.
"Tinggalkan daku sendiri, tinggalkan daku sendiri tuk memanggil kekasihku."
وَلَا تَعْـذُلُـوْنِي فَعَـذْلِـي حَـرَامْ
Walaa ta'udzuluunii fa'adzlii haraam.
"Jangan kau halangi aku, Jangan kau halangi aku dari sesuatu yang utama ini."
تَعَـلَّـمْ بُكَايَ وَ نُـحْ يَا حَمَامْ
Ta'allam bukaaya wa nuh yaa hamaam.
"Kabarkan akan tangis dan ratapanku."
وَخُذْ عَنْ شُجُوْنِي دُرُوْسَ الْغَرَامْ
Wa khudz 'an syujuunii durusal gharaam.
"Wahai kematian, matikan kesedihanku.. sirnalah kerinduanku."
تَعَـلَّـمْ بُكَايَ وَ نُـحْ يَا حَمَامْ
Ta'allam bukayaa wa nuh yaa hamaam.
"Kabarkan akan tangis dan ratapanku wahai kematian."
سَكَرْتُ بِخَمْرِ الْهَوَى وَالْغَرَامْ
Sakartu bikhamril hawaa wal gharaam.
"Aku telah terbuai oleh cinta dan kerinduan."
وَمَنْ كَانَ مِثْلِي مُعَنّى مُضَنّى
Wa man kaana mitslii mu'annaa mudhannaa.
"Barang siapa sepertiku kan jadi tempat celaan."
بِـحُبِّ النَّبِــيِّ لِـمَــا ذَا يُـلَامْ
Bihubbin nabiyyi limaadzaa yulaam.
"Mencintai nabi kenapa tercela?"
لَامُوْنِي لَامُوْنِي بِحُبِّكْ رَمُوْنِي
Laamuuni laamuuni bihubbik ramuunii.
"Mengapa mereka mencelaku, mereka mencelaku karena aku mencintaimu."
يَاقُـرَّةْ عُيُوْنِـي عَلَيْـكَ السَّلَامْ
Yaa qurrah u'yuuni 'alaikas salaam.
"Wahai penyejuk mataku bagimu segala keselamatan."
فُؤَادِي لِنَحْوِ الْمَدِيْـنَةِ هَامْ
Fu'aadii li nahwil madiinati haam.
"Hatiku tertuju pada Kota Madinah."
وَقَلْبِـي تَوَلَّـعْ بِـخَيْرِ الْأَنَـامْ
Wa qalbii tawalla' bi khairil anaam.
"Hatiku berisi kecintaan pada lebih utamanya makhluk (Rasulullah)."
أَنَا يَا ابْنَ رَامَةْ حُرِمْتُ الْمَنَامْ
Anaa yaa ibna raamah hurimtul manaam.
"Aku adalah pemilik keinginan tiada dapat terlelap."
وَزَادَنِي سِقَامًا غَرَامُكْ تُـسَـامْ
Wazaadanii siqaamaan gharamuk tusaam.
"Kerinduanku padamu menambah lara tiada tertawarkan."
Meskipun tidak ditemukan dalam hadits sebagai bacaan dengan jumlah hitungan tertentu, para ulama dan pecinta selawat meyakini beberapa keutamaan bagi mereka yang menghayati maknanya:
Meningkatkan Rasa Mahabbah (Cinta): Liriknya yang fokus pada kerinduan kepada Rasulullah SAW membantu melembutkan hati dan memperkuat ikatan emosional spiritual antara seorang mukmin dengan nabinya.
Ketenangan Batin dan Fokus Munajat: Arti dari "Dauni" sendiri adalah "biarkan aku (sendiri)", yang mengajarkan pentingnya mengambil waktu sejenak untuk lepas dari hiruk-pikuk dunia demi berkomunikasi secara intim dengan Sang Pencipta dan memuji kekasih-Nya.
Sarana Tawassul untuk Syafaat: Sebagaimana selawat pada umumnya, melantunkan syair ini merupakan bentuk penghormatan yang diharapkan menjadi wasilah agar kelak mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW di hari akhir.
Membangun Kedisiplinan Spiritual: Menjadikan qasidah ini sebagai bagian dari puji-pujian di majelis dapat menciptakan suasana yang khusyuk dan meningkatkan kualitas kekhidmatan dalam beribadah.
(Tribunsumsel.com/Putri Kusuma Rinjani)
****
Ikuti dan bergabung disaluran WhatsApp Tribunsumsel.com