TRIBUNPEKANBARU.COM - Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana sekitar Rp 4,06 triliun setiap bulan untuk mendukung program Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam BPJS Kesehatan atau Jaminan Kesehatan (JK).
Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai kepesertaan sekitar 96,8 juta orang yang tergabung dalam program PBI BPJS Kesehatan.
"Nilai rupiahnya setiap bulan yang disetor Kementerian Kesehatan ke BPJS, Rp 4 triliun lebih per bulannya, dan selama setahun Rp 48 triliun lebih. Ini adalah alokasi untuk PBI JK," ujar Gus Ipul dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/4/2026), dikutip dari siaran Youtube TVR Parlemen.
PBI BPJS Kesehatan sendiri adalah sebuah program bantuan dari pemerintah kepada masyarakat yang tidak mampu berupa Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar mereka tidak perlu mengeluarkan biaya berobat.
Gus Ipul menyampaikan, hanya masyarakat yang masuk kategori desil 1 sampai 5 saja yang berhak menjadi peserta PBI BPJS Kesehatan.
Dalam rapat itu, Gus Ipul juga menyampaikan bahwa sebanyak 2,1 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan telah direaktivasi atau aktif kembali.
Reaktivasi tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam merespon penonaktifan 11 juta peserta PBI BPJS Kesehatan pada Februari 2026.
"Pada awal tahun 2026 ini, dari 11 juta yang dinonaktifkan, sebagian telah direaktivasi, termasuk peserta dengan penyakit katastropik. Total yang sudah aktif kembali mencapai sekitar 2,1 juta peserta," ujar Gus Ipul.
Baca juga: KRONOLOGI Ledakan di Siak: Berawal dari Membuka Ban dari Velg, Pemuda 21 Tahun Meregang Nyawa
Baca juga: Mau Kabur ke Sumut, Pelarian Terduga Penculikan Anak Berakhir di Tol Pekanbaru-Dumai
Dari 2,1 juta peserta PBI BPJS Kesehatan yang direaktivasi, 106.153 di antaranya merupakan peserta dengan penyakit katastropik.
Lebih detail, ia menyampaikan bahwa 305.864 orang sudah kembali aktif sebagai peserta PBI JK. Selanjutnya, 1.418.456 masuk jenis peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah Daerah (PBPU/BP Pemda).
Selanjutnya, 57.287 aktif kembali dari jenis peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Kemudian, 188.703 terdaftar dalam jenis peserta PBPUa; dan 185.355 masuk segmen lainnya (pensiunan, swasta, BUMN/BUMD).
"Jadi total yang kemudian tetap aktif sebagai peserta BPJS Kesehatan lewat berbagai segmen dari 11 juta itu ada 2.155.665 penerima manfaat," ujar Gus Ipul.
(TRIBUNPEKANBARU.COM)