BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Minimnya pasokan sejumlah merk susu Ultra High Temperature (UHT) kemasan 1 liter Kabupaten Kotabaru belakangan ini turut mengundang rasa empati DPRD Kotabaru.
Setidaknya, hal ini diungkapkan anggota DPRD Kotabaru, Hj Rosidah yang turut mengecek langsung ke lapangan terkait pasokan stok dan cara pelaku UMKM bertahan.
Diungkapkannya, bagi pelaku UMKM di Kotabaru, sebisa mungkin apa yang jadi kendala dalam tumbuh kembang usaha yang dibangun agar disampaikan ke legislatif.
Karena aduan ataupun informasi yang dinilai menghambat produksi, bisa menjadi masukan penting bagi legislatif dalam menentukan usulan maupun kebijakan.
Seperti yang berlangsung saat ini, kelangkaan susu UHT turut menjadi perhatian beberapa komisi yang bermitra dengan SKPD yang menangani.
"Untuk pelaku UMKM yang posisi saat ini terkendala pasokan stok susu UHT terbatas, jangan berkecil hati untuk tetap menggenjot produksi," pesannya.
Diketahui, sepanjang dua bulan terakhir stok susu UHT sepeti merk Diamond dan Ultra Milk terbilang langka.
Selain ketersediaan yang menurun drastis, harga juga terkerek naik, Rp7.000 hingga Rp8.000 rupiah per kemasan 1 liter. (AOL)