SERAMBINEWS.COM - Harga emas hari ini bersertifikat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami koreksi tipis pada Kamis (16/4/2026).
Berdasarkan update terbaru dari situs Logam Mulia, harga emas Antam hari ini turun Rp 5.000 per gram.
Harga emas Antam hari ini turun tipis dari sebelumnya Rp 2.893.000 menjadi Rp 2.888.000 per gram.
Di sisi lain, harga buyback emas Antam atau pembelian kembali oleh Antam tidak berubah dan tetap berada di level Rp 2.674.000 per gram.
Dengan kondisi tersebut, selisih antara harga beli emas Antam dan harga jual kembali masih cukup lebar, yaitu Rp 214.000 per gram.
Selain selisih harga, aspek perpajakan juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Baca juga: Harga Emas Antam 15 April 2026 Naik Rp30.000, Tembus Rp2,89 Juta per Gram
Mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017, setiap pembelian emas dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.
Besarannya adalah 0,45 persen bagi pembeli yang memiliki NPWP dan 0,9 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
Pajak ini dibayarkan di awal transaksi sehingga otomatis menambah total biaya yang harus dikeluarkan investor saat membeli emas.
Kewajiban pajak juga berlaku ketika investor menjual kembali emasnya. Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta, dikenakan pajak sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP.
Pajak tersebut langsung dipotong dari nilai penjualan, sehingga jumlah dana yang diterima investor menjadi lebih kecil dibandingkan nilai nominal transaksi.
Kondisi ini membuat margin keuntungan semakin tertekan, terutama jika harga emas belum mengalami kenaikan yang signifikan.
Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini 15 April 2026, Cek Daftar Lengkap dan Pergerakan Terbaru
Berikut adalah daftar lengkap harga emas Antam hari ini yang dipantau melalui situs resmi Logam Mulia Antam pada pukul 10.10 WIB, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini Bersinar, 14 April 2026 Segini Dijual per Gram
Di samping itu, masyarakat juga perlu memahami bahwa harga emas yang diumumkan diatas merupakan acuan dari Butik Logam Mulia di Pulogadung, Jakarta.
Dalam praktiknya, harga di berbagai daerah bisa berbeda karena dipengaruhi biaya distribusi, kebijakan masing-masing cabang, serta tingkat permintaan di pasar lokal.
Perbedaan ini membuat harga riil yang diterima investor di daerah tidak selalu sama dengan harga acuan nasional yang diumumkan setiap hari.
(Serambinews.com/Gina Zahrina).