Oknum Anggota Dewan Diduga Aniaya Perempuan di Tempat Karaoke Bandungan, Korban Alami Luka Serius
Muliadi Gani April 16, 2026 12:54 PM

 

PROHABA.CO - Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan di tempat karaoke kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang, menjadi sorotan publik setelah kisahnya viral di media sosial.

Peristiwa yang terjadi pada malam hari tersebut menimbulkan luka serius pada korban, bahkan menurut kuasa hukumnya, tulang hidung korban bergeser ke kanan akibat kekerasan yang dialaminya.

Peristiwa yang terjadi pada malam hari itu kini menjadi perbincangan luas setelah kisahnya viral di media sosial.

Korban bersama seorang terduga pelaku yang disebut sebagai oknum anggota dewan berada di lokasi hiburan malam.

Dalam kondisi diduga terpengaruh alkohol, pelaku melakukan penganiayaan berulang terhadap korban.

Akibatnya, korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, mulai dari lengan, paha, punggung, hingga wajah.

Bahkan tulang hidung korban disebut bergeser ke kanan.

Kuasa hukum korban kemudian menyampaikan pernyataan melalui video yang beredar di TikTok.

Dalam video tersebut, ia menegaskan bahwa pihaknya bersama korban telah mendatangi Polres Semarang pada Senin (13/4/2026) untuk mengadukan dugaan tindak kekerasan tersebut.

Dikutip dari TribunJateng.com, peristiwa itu diduga terjadi saat korban dan terlapor berada di tempat karaoke di kawasan Bandungan.

Ia juga meminta aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan dan menangkap pelaku.

Kasus ini menjadi viral setelah video pernyataan kuasa hukum korban menyebar luas di media sosial.

Publik menyoroti dugaan keterlibatan seorang oknum anggota dewan, yang dinilai mencoreng citra lembaga legislatif.

Kuasa hukum korban menekankan bahwa tindakan kekerasan tidak bisa ditoleransi dan harus ditindak sesuai hukum.

Baca juga: Oknum Anggota DPRD Blitar dan Polwan Jadi Tersangka Dugaan Perselingkuhan

Baca juga: Viral Kisah Sopir Ambulans Dijadikan Perantara Penagih Utang

Belum Ada Laporan di Polisi

Namun, hingga saat dikonfirmasi, pihak kepolisian menyatakan belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Semarang, Bodia Teja Lelana, menjelaskan bahwa laporan belum masuk sehingga pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

"Mohon maaf, belum ada aduan, jadi kami belum dapat memberikan keterangan," terangnya, melalui pesan singkat.

Ia menambahkan bahwa rencana pelaporan sempat tertunda dan kemungkinan baru akan diajukan dalam waktu dekat.

"Semalam tidak jadi (laporan). Mau buat lapor hari ini," ucapnya.

Dugaan Keterlibatan Anggota DPRD

Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Semarang, Zaenudin, turut memberikan tanggapan.

Ia menyebut bahwa setelah melakukan penelusuran internal, oknum yang dimaksud bukan berasal dari DPRD Kabupaten Semarang, melainkan diduga anggota DPRD dari Kabupaten Temanggung.

"Saya baru lihat, kemudian coba konfirmasi ke teman-teman."

"Informasinya itu oknum anggota DPRD dari Kabupaten Temanggung, hanya tempat kejadiannya di Kabupaten Semarang," jelasnya.

Terkait afiliasi partai, Zaenudin belum dapat memastikan apakah oknum tersebut berasal dari PPP.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan.

"Menurutnya, kami selaku DPRD dari PPP tidak melakukan hal-hal seperti itu.

Bagaimanapun itu tindak pidana. Tidak boleh. Alhamdulillah, Kabupaten Semarang selama ini nggak ada apa-apa," tuturnya.

Dengan viralnya kasus ini, publik berharap aparat kepolisian segera bertindak agar korban mendapatkan keadilan dan pelaku dihukum sesuai aturan yang berlaku. 

Baca juga: Parah! Tenaga Ahli DPRD Dairi Ditangkap dalam Kasus Begal Payudara, Ternyata Berulang Kali Beraksi

Baca juga: Detik-Detik Kebakaran Ruko Bengkel di Langsa Viral di Media Sosial

Baca juga: Empat Oknum Polisi Ngamuk di Glugur Darat Medan, Intimidasi Tukang Pangkas hingga Todongkan Senpi

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.