Keluarga dengan Tiga Anak Yatim di Sekaran Lamongan Bangkit, Kini Rintis UMKM Mandiri
Titis Jati Permata April 16, 2026 03:04 PM

 

SURYA.co.id, LAMONGAN – Harapan baru mulai tumbuh di tengah keterbatasan yang dialami keluarga dengan tiga anak yatim di Dusun Sungai Geneng, Desa Sungai Geneng, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Ibu Yuli, sosok ibu tangguh yang menjadi tulang punggung keluarga, sebelumnya harus menghadapi berbagai kesulitan ekonomi yang cukup berat. 

Tidak hanya bergelut dengan kebutuhan sehari-hari yang serba terbatas, ia juga dihantui kekhawatiran akan masa depan pendidikan anak-anaknya. 

Tunggakan Sekolah Hingga LIstrik

Tunggakan biaya sekolah membuat ijazah Madrasah Tsanawiyah (MTs) milik kedua anaknya sempat tertahan dan tidak bisa diambil.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan beban kebutuhan dasar lainnya. 

Baca juga: Atasi Persoalan Sampah, Bupati Lamongan Usung Strategi Komprehensif dan Terintegrasi

Selama beberapa waktu, keluarga ini bahkan tidak mampu membayar tagihan listrik dan air. 

Tunggakan listrik pun menumpuk hingga mencapai dua tahun, membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin sulit.

Bantuan dari Ipda Purnomo

Di tengah kondisi yang serba terbatas itu, secercah harapan datang melalui kepedulian seorang dermawan, Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan.

Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menjadi titik balik bagi keluarga tersebut untuk bangkit dari keterpurukan.

Perlahan namun pasti, kondisi keluarga mulai membaik. Putra pertama Yuli, Faisol, kini dapat kembali tersenyum lega.

Ijazah kedua adiknya yang sebelumnya tertahan akhirnya berhasil diambil setelah seluruh tunggakan biaya pendidikan dilunasi.

“Alhamdulillah, kemarin sudah bisa dibayarkan semuanya,” ujar Purnomo kepada SURYA.co.id, Kamis (16/4/2026).

Ringankan Beban Keluarga

Tak hanya menyelesaikan persoalan pendidikan, bantuan tersebut juga meringankan beban kebutuhan dasar keluarga.

Tagihan listrik yang sempat menumpuk akhirnya dapat dilunasi, sehingga keluarga kembali bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak.

Momentum ini menjadi awal dari perubahan yang lebih besar. 

Berjualan di Depan Rumah

Dengan semangat baru, Ibu Yuli kini mulai merintis usaha kecil atau UMKM dengan berjualan di depan rumahnya. 

Meski masih sederhana, usaha tersebut diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan sekaligus jalan menuju kemandirian ekonomi.

Langkah kecil ini menjadi simbol kebangkitan keluarga yang sebelumnya terpuruk. 

Dari keterbatasan yang menghimpit, kini mulai tumbuh optimisme untuk menatap masa depan yang lebih baik.

Ucapan Terima Kasih untuk Donatur

Keluarga tersebut pun tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur, terutama kepada Purnomo pimpinan Yayasan Berkas Bersinar Abadi  yang telah memberikan perhatian dan dukungan nyata.

“Terima kasih kepada orang-orang baik yang selalu mendukung kegiatan ini,” ucap Purnomo.

Ia juga mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam membantu sesama. Menurutnya, kehidupan yang penuh ketidakpastian seharusnya menjadi pengingat agar setiap kebaikan dilakukan dengan tulus, tanpa mengharapkan balasan atau pujian dari manusia.

“Umur tidak ada yang tahu. Sangat rugi jika kita melakukan kebaikan hanya berharap penilaian manusia. Semoga Allah SWT menjaga niat baik kita semua,” pungkasnya.

Kisah keluarga ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong masih menjadi kekuatan besar di tengah masyarakat.

Dari uluran tangan yang tulus, harapan baru pun dapat tumbuh, bahkan di tengah kondisi yang paling sulit sekalipun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.