Dinkes Kulon Progo Catat Sebanyak 261 Jemaah Calon Haji Berisiko, Perlu Pendampingan Penuh
Muhammad Fatoni April 16, 2026 04:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo telah melakukan pemeriksaan pada 383 jemaah calon haji dari Kulon Progo yang akan melaksanakan Ibadah Haji 1447 Hijriah. 

Pemeriksaan kesehatan juga diikuti dengan vaksinasi.

Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih, mengatakan sebagian besar jemaah calon haji menunjukkan kondisi berisiko dengan pendampingan obat rutin.

"Ada sebanyak 261 jemaah yang berisiko dengan pendampingan obat, sedangkan lainnya dalam kondisi sehat," katanya pada Kamis (16/04/2026).

Susilaningsih menjelaskan 261 jemaah ini masuk kategori berisiko karena memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, jantung, hingga diabetes melitus.

Kelompok usianya beragam, dari produktif hingga lanjut usia.

Kondisi mereka disebut berisiko karena bisa membuat daya tahan tubuh menurun saat menjalani Ibadah Haji.

Apalagi dengan adanya perbedaan kondisi cuaca dan lingkungan di sana.

Ratusan jemaah tersebut wajib mengonsumsi obat rutin. Dinkes Kulon Progo pun memastikan bahwa mereka memiliki persediaan obat selama berada di Arab Saudi serta didampingi oleh petugas.

"Yang dipastikan sehat ada 110 jemaah yang mandiri tanpa pendamping, sedangkan yang memerlukan pendamping tapi tetap sehat ada 12 jemaah," jelas Susilaningsih.

Baca juga: Persiapan Hotel Sebagai Asrama Haji DIY di Kulon Progo: 1 Kamar Diisi 3 Jemaah

Sudah Divaksin

Ia juga memastikan semua jemaah calon haji asal Kulon Progo sudah menerima vaksin wajib seperti Meningitis, Polio, dan COVID-19. Vaksinasi dilakukan di seluruh Puskesmas.

Susilaningsih mengatakan para jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan akhir sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Pemeriksaan turut melibatkan tim dari Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Klas II Yogyakarta.

"Kami juga menyiapkan kursi roda bagi jemaah yang memerlukan pendampingan khusus dan belum memiliki kursi roda," ujarnya.

Jemaah calon haji asal Kulon Progo akan terbagi dalam 2 kloter yaitu Kloter 1 dan Kloter 26.

Kloter 1 ada sebanyak 354 jemaah bersama 360 petugas dan dijadwalkan berangkat pada 21 April mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKK Klas II Yogyakarta, Tatok Redjadi menjelaskan pemeriksaan akhir akan menjadi dasar pemberian rekomendasi bagi jemaah apakah laik terbang atau tidak.

Pemeriksaan dilakukan secara terus-menerus, yaitu sebelum berangkat, selama Ibadah Haji, serta saat kembali ke Tanah Air.

"Kami harus memastikan kondisi kesehatan jemaah benar-benar baik agar bisa menjalani ibadah dengan aman," kata Tatok.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.