Perseroda PITS Bangun SPAM Angke 2, Perluas Akses Air Bersih di Tangsel
Feryanto Hadi April 16, 2026 05:17 PM

 

Laporan Wartawan TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico


WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Perseroda PITS menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan air bersih bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan melalui proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Angke 2.

Komitmen ini ditandai dengan peletakan batu pertama sebagai awal dimulainya pembangunan infrastruktur strategis di jalan Raya Puspitek, Serpong, Tangsel, Kamis (16/4/2026).

Direktur Utama Perseroda PITS, Tubagus Hendra Suherman menyampaikan proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya menghadirkan layanan dasar yang merata bagi warga.

Ia menegaskan akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi secara berkelanjutan.

"Saya ingat sekali tahun 2023 bulan Juni, pada saat saya pertama kali dilantik menjadi Direktur Utama, kami menerima amanah sekaligus tantangan untuk menjadikan BUMD ini profesional, adaptif, dan inovatif,” ujar Tubagus di Serpong, Tangsel, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, arahan pimpinan daerah saat itu menjadi pijakan penting dalam mendorong transformasi BUMD. Salah satu poin utama adalah membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta guna mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih yang membutuhkan investasi besar.

"Kalau kita hanya mengandalkan kemampuan internal BUMD, tentu ini sangat berat. Karena pengembangan SPAM membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga kolaborasi menjadi kunci,” jelasnya.

Proses menuju pembangunan SPAM Angke 2 tidak berlangsung singkat. Ia menyebut, seluruh tahapan mulai dari perencanaan hingga kerja sama membutuhkan waktu lebih dari dua tahun hingga akhirnya proyek ini bisa memasuki tahap groundbreaking.

“Alhamdulillah, proses ini berjalan lebih dari dua tahun. Dari awal hingga penandatanganan kerja sama, sampai hari ini kita bisa melakukan peletakan batu pertama,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, Perseroda PITS mendapat pendampingan dari berbagai pihak guna memastikan tata kelola yang baik dan sesuai regulasi. Hal ini dilakukan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas proyek.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPKP Provinsi Banten dan Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan yang terus mendampingi kami sejak awal, agar seluruh proses berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Secara teknis, SPAM Angke 2 dirancang memiliki kapasitas produksi sebesar 240 liter per detik. Infrastruktur ini ditargetkan mampu melayani sekitar 28.200 sambungan rumah yang tersebar di wilayah Pamulang, Ciputat, dan Ciputat Timur.

Selain itu, proyek ini juga menjadi bagian dari pengembangan sistem yang lebih luas bersama SPAM Cisadane. Kedua proyek tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan layanan air bersih di Tangerang Selatan secara signifikan.

“Ke depan, SPAM Angke 2 ini tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan pengembangan SPAM Cisadane, sehingga cakupan layanan akan semakin luas,” jelasnya.

Dari sisi manfaat, pembangunan SPAM Angke 2 diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi. Akses air bersih yang lebih mudah diyakini akan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan warga.

“Dampak sosialnya tentu masyarakat akan lebih mudah mendapatkan air bersih dan hidup lebih sehat. Dari sisi ekonomi, proyek ini juga membuka lapangan kerja bagi lebih dari seribu tenaga kerja,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menyambut pembangunan SPAM Angke 2 sebagai langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih. 

Ia menegaskan, proyek ini menjadi bagian penting dalam komitmen pemerintah daerah menghadirkan layanan publik yang merata dan berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan SPAM Angke 2 merupakan hasil kerja sama antara Perseroda PITS dengan pihak swasta, yakni Palyja Tirta Tangsel.

Kolaborasi ini difokuskan pada pengolahan air baku dari Kali Angke untuk didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Tangerang Selatan

"Sistem pengolahan air minum Angke 2 ini nanti teknisnya dilaksanakan oleh Perseroda bersama mitra swasta, dengan sumber air dari Kali Angke untuk melayani kebutuhan air minum masyarakat Tangerang Selatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan proses perencanaan proyek ini telah berlangsung cukup lama dan melalui tahapan yang ketat. Seluruh proses, mulai dari pembahasan awal hingga penyusunan perjanjian kerja sama, dilakukan dengan pendampingan dari lembaga pengawas.

“Perencanaannya sudah cukup lama, didampingi oleh BPKP dan Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, sehingga seluruh prosesnya terjaga dan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Wali Kota 2 periode itu bersyukur proyek tersebut akhirnya dapat memasuki tahap pembangunan. Ia menyebut, SPAM Angke 2 merupakan bagian dari target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan.

“Alhamdulillah hari ini bisa dilaksanakan groundbreaking, ini tentu menjadi kabar menggembirakan karena merupakan bagian dari target RPJMD,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan proyek ini tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh pembiayaan dilakukan melalui skema kerja sama bisnis antara dua entitas yang memiliki kompetensi di bidangnya.

“Yang paling penting, proyek ini tidak menggunakan APBD, tetapi murni kerja sama bisnis antara dua entitas yang berkompeten,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan SPAM Angke 2 akan difokuskan untuk melayani wilayah yang selama ini belum terjangkau layanan air bersih, seperti Pamulang, Ciputat, dan Ciputat Timur.

“Wilayah-wilayah tersebut memang masih membutuhkan layanan air bersih yang memadai, sehingga proyek ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan tersebut,” katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan air bersih yang nantinya akan tersedia. 

Ia menyebutkan operasional SPAM Angke 2 ditargetkan dapat dimulai dalam waktu dekat setelah pembangunan selesai.

“Saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini, Insya Allah setelah pembangunan selesai, operasional bisa dimulai dan langsung dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Dari sisi waktu pembangunan, ia menyampaikan optimisme proyek ini dapat diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun. Target tersebut dinilai cukup ambisius, namun tetap realistis dengan perencanaan yang matang.

“Kalau sekarang dimulai, kira-kira satu tahun ke depan sudah bisa selesai. Biasanya bisa satu tahun lebih, tapi kita optimistis ini bisa dipercepat,” jelasnya.

Orang nomor satu di Tangsel itu menegaskan penyediaan air bersih merupakan salah satu prioritas utama pemerintah. Menurutnya, negara harus hadir dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Air minum dan air bersih adalah kebutuhan dasar, dan pemerintah harus hadir untuk memastikan layanan ini tersedia bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia meminta dukungan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung. Aktivitas proyek yang melibatkan alat berat dan kendaraan besar diharapkan dapat dimaklumi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Saya mohon masyarakat dapat memahami jika nanti ada aktivitas pembangunan, semua ini demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Tangerang Selatan,” katanya.

Terkait investasi, Wali Kota menyebut nilai proyek SPAM Angke 2 bersama pengembangan lainnya mencapai sekitar Rp1,2 triliun dengan skema kerja sama jangka panjang.

“Nilai investasinya kurang lebih Rp1,2 triliun dengan masa kerja sama sekitar 30 tahun, dan nanti untuk tarif akan disesuaikan melalui perhitungan yang matang,” pungkasnya. (m30)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.