Misteri Teluk Persia: Drone Raksasa Langka dan Mahal Rp3,8 Triliun Milik AS Lenyap di Selat Hormuz
Budi Sam Law Malau April 16, 2026 05:17 PM

WARTAKOTALIVE.COM – Langit Teluk Persia menjadi saksi bisu jatuhnya salah satu aset militer paling berharga dan langka milik Amerika Serikat.

Sebuah drone atau sistem pesawat nirawak MQ-4C Triton, yang dijuluki sebagai "mata-mata maritim tercanggih di dunia," dilaporkan jatuh dan hilang setelah mengirimkan sinyal darurat dalam penerbangan misterius pada Selasa (9/4/2025) lalu, seperti dilansir CNN.

Detik-Detik Menegangkan di Ketinggian 50.000 Kaki

Data pelacakan penerbangan dari FlightRadar24 mengungkap drama di balik hilangnya pesawat seharga $240 juta (sekitar Rp3,8 triliun) tersebut.

Baca juga: Misi Krusial Panglima Militer Pakistan Marsekal Asim Munir ke Teheran: Juru Damai Perang AS-Iran

Awalnya, pesawat lepas landas dari Pangkalan Udara Sigonella di Italia, lalu mengudara terbang stabil di ketinggian 50.000 kaki.

Namun, saat melintasi Selat Hormuz yang strategis, situasi berubah drastis.

Drone Raksasa MQ-4C Triton tiba-tiba memancarkan kode transponder 7400, sebuah sinyal yang menandakan "Lost Link" atau terputusnya komunikasi total antara pilot di darat dengan pesawat.

Ketegangan memuncak 70 menit kemudian saat kode berubah menjadi 7700—sinyal darurat internasional.

Pesawat tersebut terjun bebas dari ketinggian ekstrem menuju 9.250 kaki.

Kemudian akhirnya lenyap sepenuhnya dari radar di atas perairan Teluk Persia, tepatnya di sekitar Selat Hormuz.

Lebih Mahal dari Jet Tempur F-35

Kehilangan ini menjadi pukulan telak bagi Angkatan Laut AS.

Pasalnya, MQ-4C Triton bukan sekadar drone biasa.

Dengan harga per unit yang mencapai dua kali lipat dari jet tempur siluman F-35C, Triton adalah aset langka yang hanya diproduksi sebanyak 20 unit di seluruh dunia.

Pesawat buatan Northrop Grumman ini memiliki kemampuan intelijen luar biasa dan mampu terbang lebih dari 24 jam nonstop dengan jangkauan mencapai 8.500 mil.

Hingga saat ini, pihak Angkatan Laut AS masih menutup rapat penyebab pasti kecelakaan tersebut dengan alasan keamanan operasional.

Baca juga: Pertama Kali Dalam Sejarah: Bos Mossad Bicara Soal Misi, David Barnea: Sampai Rezim Iran Tumbang

Alasan hilangnya pesawat tidak dapat ditentukan dari data pelacakan penerbangan, dan Angkatan Laut hanya merilis informasi bahwa sebuah MQ-4C jatuh.

Pabrikan Northrop Grumman menyebut Triton sebagai “pesawat intelijen, pengawasan, pengintaian, dan penargetan maritim tak berawak terkemuka di dunia.”

Didukung oleh mesin jet dan dengan jangkauan 8.500 mil, MQ-4C dapat terbang selama lebih dari 24 jam.

Drone ini adalah salah satu pesawat paling langka di armada Angkatan Laut – Northrop Grumman mengatakan hanya memproduksi 20 unit – dan juga salah satu yang paling mahal dengan harga sekitar $240 juta per unit. 

Harga itu lebih dari dua kali lipat harga jet tempur siluman F-35C.

 

 

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.