TRIBUNMATARAMAN.COM | BLITAR - Menghadapi musim kemarau 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar mulai meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi kekeringan.
Langkah ini diambil setelah BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini akan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari kesiapan personel hingga penyediaan sarana penunjang.
"Jadi bukan kemarau panjang. Istilah BMKG memprediksi tahun ini akan terjadi kemarau yang lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. Kami sudah menyiapkan beberapa langkah antisipasi," katanya, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: UPDATE KPK Geledah Pendapa Tulungagung dan Rumah Bupati, Kasus Gatut Sunu Masuki Babak Baru
BPBD Kota Blitar menyiagakan personel selama 24 jam serta membuka berbagai saluran pengaduan, seperti call center, Pusdalops, dan laporan melalui kelurahan jika terjadi bencana kekeringan.
Selain itu, sebanyak 21 tandon air telah disiapkan untuk ditempatkan di wilayah terdampak. BPBD juga berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk membantu distribusi air bersih menggunakan truk tangki.
"Termasuk, kami berkoordinasi dengan OPD terkait yang memiliki sarpras yang bisa membantu mengatasi kekeringan. Misalnya, kami koordinasi dengan DLH terkait penggunaan truk tangki untuk dropping air ke warga," ujarnya.
Namun demikian, BPBD Kota Blitar masih menghadapi keterbatasan sarana, karena belum memiliki truk tangki sendiri. Selama ini, distribusi air bersih mengandalkan bantuan dari DLH dan Pemadam Kebakaran.
Pengalaman kekeringan pada 2023 menjadi pelajaran penting. Saat itu, tercatat 21 titik di tujuh kelurahan mengalami krisis air bersih, seperti Ngadirejo, Gedog, Tanjungsari, dan Sentul.
"Ketika itu, kami ekstra kerja keras mensuplai air dua kali dalam sehari kepada warga terdampak. Kami tempatkan tandon air di daerah terdampak kekeringan. Tandon air kami juga terbatas waktu itu," jelasnya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Blitar juga melakukan langkah serupa dengan memetakan wilayah rawan kekeringan. Tercatat ada 22 desa di tujuh kecamatan yang berpotensi terdampak, di antaranya Wates, Binangun, Panggungrejo, Sutojayan, Wonotirto, Bakung, dan Kademangan.
BPBD Kabupaten Blitar juga telah menyiapkan dua unit truk tangki air, serta berkoordinasi dengan PDAM dan PMI untuk memperkuat distribusi air bersih saat kondisi darurat.
"Kami sedang persiapan rencana konsolidasi dengan beberapa OPD untuk menghadapi musim kemarau ini. Masing-masing OPD akan mendapatkan tugas dalam menghadapi musim kemarau," kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi.
(tribunmataraman.com)