TRIBUNNEWS.COM - Persaingan menuju promosi ke kasta tertinggi semakin memanas jelang akhir musim Liga 2 Indonesia 2025/2026.
Memasuki pekan ke-25 yang digelar pada 18–20 April 2026, tiga tim papan atas Grup 2 masih terlibat perebutan sengit untuk satu tiket otomatis ke Super League Indonesia musim depan.
Sorotan utama tertuju pada persaingan antara PSS Sleman, Barito Putera, dan Persipura Jayapura yang memiliki selisih poin sangat tipis.
Pada pekan sebelumnya, Barito Putera sukses meraih kemenangan penting 1-0 atas PSS Sleman. Gol tunggal yang dicetak oleh Renan Alves pada menit ke-77 menjadi penentu hasil pertandingan sekaligus menjaga asa tim berjuluk Laskar Antasari dalam perburuan puncak klasemen.
Meski kalah, PSS Sleman masih bertahan di posisi teratas dengan koleksi 49 poin dari 24 pertandingan.
Sementara itu, Barito Putera terus menempel ketat di peringkat kedua dengan 48 poin, disusul Persipura Jayapura di posisi ketiga dengan 47 poin.
Persipura sebenarnya memiliki peluang besar untuk menyamai poin PSS Sleman pada pekan sebelumnya.
Namun, mereka harus puas bermain imbang 0-0 melawan Persela Lamongan, hasil yang membuat persaingan tetap terbuka lebar.
Dengan hanya tiga pertandingan tersisa, setiap laga kini menjadi krusial. Kesalahan sekecil apa pun bisa berdampak besar terhadap peluang promosi langsung ke Super League.
Situasi ini membuat pekan ke-25 diprediksi berlangsung panas. Ketiga tim dipastikan akan tampil habis-habisan demi mengamankan poin maksimal dan menjaga asa promosi.
Persaingan di papan atas Grup 2 semakin memanas memasuki pekan ke-25.
Tiga tim teratas yakni PSS Sleman, Barito Putera, dan Persipura Jayapura akan menghadapi laga krusial yang bisa menentukan arah perebutan tiket promosi ke Super League Indonesia musim depan.
PSS Sleman yang masih memuncaki klasemen dijadwalkan menghadapi Persiku Kudus pada 20 April di Sleman.
Secara statistik, Super Elang Jawa lebih diunggulkan karena mampu menyapu bersih dua pertemuan sebelumnya musim ini.
Modal tersebut menjadi alasan kuat bagi PSS untuk kembali meraih tiga poin dan menjaga posisi puncak klasemen.
Baca juga: 6 Tim Calon Degradasi ke Liga 2 Musim Depan: Jateng Dominan, Juara Liga 1 2023 Masuk Hitungan
Di sisi lain, Barito Putera juga memiliki peluang besar saat menjamu Persiba Balikpapan pada 18 April.
Persiba tengah dalam tren negatif setelah gagal meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir, dengan rincian empat kekalahan dan tiga hasil imbang.
Namun demikian, Barito tidak boleh lengah. Pasalnya, kemenangan terakhir Persiba justru diraih saat menghadapi Barito pada Januari lalu.
Fakta tersebut menjadi pengingat bahwa laga ini tetap menyimpan potensi kejutan meski tuan rumah lebih dijagokan.
Sementara itu, tantangan paling berat dihadapi oleh Persipura Jayapura. Tim Mutiara Hitam akan berhadapan dengan PSIS Semarang pada 18 April.
Meski PSIS baru saja terdegradasi dari kasta tertinggi, performa mereka tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dalam enam pertandingan terakhir, PSIS hanya menelan satu kekalahan, dengan catatan dua kemenangan dan tiga hasil imbang.
Konsistensi tersebut menjadikan laga ini sebagai ujian serius bagi Persipura dalam upaya menjaga peluang promosi.
Di sisi lain, persaingan Grup 1 hanya mengerucut pada Adhyaksa (47 poin) dan Garudayaksa (45 poin) saja.
Perlu diketahui, tiap juara grup Liga 2 dipastikan akan langsung promosi ke Super League dan tim peringkat kedua akan saling berhadapan untuk berebut tiket terakhir.
Sabtu, 18 April 2026
Minggu, 19 April 2026
Senin, 20 April 2026
(Tribunnews.com/Ali)