Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Barat meminta pelaku usaha, khususnya sektor hotel dan restoran dapat memerhatikan peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan dan perlindungan tenaga kerja.
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Barat Sherly Yuliana menjelaskan hal tersebut melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang digelar untuk industri pariwisata dengan fokus pada tata kelola usaha dan keunggulan regulasi.
“Melalui bimtek ini, kami berharap pelaku usaha hotel dan restoran dapat meningkatkan kualitas pengelolaan usahanya, tidak hanya dari sisi pelayanan dan bisnis, tetapi juga dalam hal pengelolaan lingkungan dan perlindungan tenaga kerja,” kata Sherly di Jakarta, Kamis.
Menurut Sherly, pengelolaan lingkungan menjadi salah satu isu yang diperhatikan pemkot karena volume sampah meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas usaha.
Oleh karena itu, aspek regulasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan sampah untuk mendukung iklim usaha yang kondusif.
"Jadi pelaku usaha diharapkan bisa paham dan memenuhi ketentuan perizinan berusaha serta memberikan perlindungan yang layak bagi tenaga kerja," katanya.
Melalui bimtek ini, Sherly berharap para pengusaha mendapat pemahaman komprehensif mengenai pengelolaan sampah berbasis tanggung jawab produsen dan penerapan ekonomi sirkular dalam operasional usaha.
Kemudian, pengusaha juga memahami kemudahan dan kepatuhan dalam perizinan berusaha, pengendalian pencemaran lingkungan, serta pentingnya perlindungan tenaga kerja melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Adapun, bimtek yang diikuti oleh 150 pelaku usaha hotel dan restoran itu mengusung tajuk “Pertumbuhan Berkelanjutan dan Keunggulan Regulasi: Bisnis Maju, Lingkungan Terjaga, Izin Terkelola.”





