Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Layanan hemodialisis atau cuci darah di RSUD M Yunus Bengkulu sempat mengalami keterlambatan akibat lonjakan jumlah pasien dalam beberapa pekan terakhir.
Lonjakan ini terjadi karena adanya tambahan rujukan pasien dari rumah sakit lain yang belum dapat memberikan layanan serupa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menjelaskan bahwa dalam dua minggu terakhir terdapat sekitar 90 pasien tambahan dari rumah sakit lain yang sedang dalam masa pemeliharaan alat.
“Rumah sakit ini secara rutin melayani sekitar 25.000 unit tindakan hemodialisis. Namun, dalam dua minggu terakhir ada tambahan sekitar 90 pasien dari rumah sakit lain yang belum bisa melayani karena masih dalam tahap pemeliharaan alat,” ungkap Herwan dalam konferensi pers di RSUD M Yunus, Kota Bengkulu, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan bahan medis habis pakai (BMHP), sehingga sempat terjadi keterlambatan pelayanan bagi sejumlah pasien.
“Oleh karena itu, kami memohon maaf kepada pasien dan keluarga pasien yang kemarin belum sempat terlayani. Hari ini, seluruh kebutuhan BMHP sudah tiba dan layanan akan kembali berjalan normal,” kata Herwan.
Ia juga menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan, termasuk mendorong rumah sakit di kabupaten/kota agar dapat menyediakan layanan hemodialisis.
“Kami masih menemukan pasien yang sudah 10 hingga 15 tahun menjalani cuci darah di sini. Padahal idealnya bisa dilayani di daerah masing-masing karena frekuensi cuci darah bisa dua kali dalam seminggu,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD M Yunus Bengkulu, dr. Hery Kurniawan, memastikan distribusi BMHP sudah tiba dan layanan segera kembali optimal.
“Sekitar setengah jam yang lalu BMHP sudah tiba di Bengkulu dan sedang didistribusikan ke rumah sakit. Insyaallah segera dapat digunakan untuk melayani pasien yang sudah menunggu,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak rumah sakit juga menambah shift pelayanan untuk mengejar pasien yang sempat tertunda, serta menyiapkan tenaga medis tambahan agar pelayanan tetap optimal.