Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Pemerintah Kota Tasikmalaya bakal mempercepat proses pengadaan lahan dan pembangunan sekolah rakyat di akhir tahun 2026.
Hal ini dikatakan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, usai melakukan kunjungan dengan Kementrian Sosial beberapa waktu lalu dengan Pemkot Tasikmalaya.
Bahkan, arahan dari Mensos Saifullah Yusuf meminta untuk mempercepat proses pembangunan sekolah rakyat di wilayah Kota Tasikmalaya.
Saat ini, ada 8 titik lokasi yang sudah dilakukan peninjauan untuk calon pembangunan sekolah rakyat. Karena untuk rintisan sudah ada yang ditempatkan di Kecamatan Mangkubumi.
"Jadi memang untuk SR ini kita lakukan percepatan pembangunan, karena di kota Tasikmalaya telah memiliki sekolah rakyat rintisan sudah terbangun. Jadi kota Tasikmalaya ini menjadi prioritas," ungkap Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Pemkot Tasikmalaya Rencanakan Lahan Sekolah Rakyat Permanen Tahun 2027
Percepatan ini dilakukan usai pertemuan dengan Kemensos, ada arahan-arahan dan khusus hingga menjadi atensi terkait sekolah rakyat di Kota Tasikmalaya.
"Sebenarnya untuk pembangunan di tahun 2027, dan pengadaan lahannya di 2026. Tapi arahan dari Mensos kita usahakan pembangunan di 2026 akhir dan pengadaan lahan dari sekarang sampai akhir 2026," jelas Viman.
Namun, langkah yang tengah dipercepat ini harus hati-hati jangan sampai menyalahi aturan yang berlaku, tapi harus ada percepatan.
"Sesuai standar pusat itu lahan luasnya 7,5 hektar dengan nominal 7,5 miliar yang dianggarkan itu, nanti akan berbuah dengan anggaran pembangunan sekolah rakyat dengan nilai sekitar 250 miliar dari pusat bagi 300 siswa," ucapnya.
Alasan mempercepat pembangunan sekolah rakyat karena untuk intervensi kemiskinan itu di prioritaskan oleh Kemenso.
"Program ini jadi prioritas, makanya kita ingin mendorong program strategis nasional," ungkap Viman.
Soal pemilihan lahan sekolah rakyat akan ditentukan langsung oleh KemenPU sekaligus meninjau 8 titik lahannya.
"Ada 8 titik, nanti dari analisa akan di lihat oleh KemenPU, mereka akan melihat dan memilih titik mana yang menjadi lahan SR," tuturnya.
Bahkan ia menegaskan, Kota Tasikmalaya satu-satunya di wilayah Priangan Timur yang sudah memiliki sekolah rakyat rintisan.
"Kalau Priangan Timur betul, kota Tasik sudah ada rintisan, kabupaten Tasik belum ada rintisan tapi langsung mau permanen, Garut sudah ada rintisan," katanya. (*)