Ubah Kultur Kebersihan, Wali Kota Eri Cahyadi Instruksikan Angkut Sampah Surabaya pada Malam Hari
Sudarma Adi April 16, 2026 08:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengintruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengubah jadwal pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) dari siang menjadi malam hari.

Hal ini diharapkan tidak menganggu aktivitas warga hingga mengoptimalkan distribusi sampah.

Wali Kota Eri mengatakan, perubahan jadwal ini bertujuan untuk memperlancar proses pengiriman sampah dari TPS ke TPA Benowo.

Baca juga: Genio Ride & Chill: Gaya Stylish Anak Muda Surabaya Sambil Keliling Kota Bareng MPM Honda Jatim

Percepat Distribusi dan Kurangi Kemacetan

Hal ini penting mengingat jumlah sampah yang diangkut bisa mencapai 1.600 ton setiap hari. 

“Jadi, TPS bersih itu kan memberikan kebersihan di Kota Surabaya ya. Yang kedua, tidak mengganggu lalu lintas, karena kalau truk kalau ke TPA pagi hari dan jam-jam sibuk maka akan mengganggu lalu lintas di Kota Surabaya karena kita juga membatasi truk di dalam Kota Surabaya,” kata Wali Kota Eri, Kamis (16/4/2026).

Dengan berlangsung pada malam hari, maka waktu tempuh truk akan lebih cepat. Selain mempercepat pengangkutan, juga akan meminimalisir tumpukan sampah dan bau selama dalam perjalanan. 

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu juga menyampaikan, perubahan jadwal tersebut juga akan berdampak pada efisiensi energi bahan bakar minyak (BBM) hingga biaya perawatan truk.

"Kami bisa efisiensi terkait BBM, efisiensi keausannya mobil itu," ujar Wali Kota. 

"Program penghematan ini salah satu caranya adalah kelancaran operasional ini, maka penggunaan BBM ini juga akan semakin berkurang. Sehingga itu lah yang menjadi pertimbangan dilakukan malam hari,” ujar pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya ini. 

Startegi ini sejalan dengan target Surabaya menjadi kota yang bersih dan nyaman bagi warganya. “Sehingga Surabaya semakin bersih di pagi hari, dan pembuangannya tidak mengganggu ritme perjalanan kerja warga Surabaya,” harapnya. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DLH Kota Surabaya, M. Fikser menambahkan bahwa penyesuaian ini berlaku juga pada kondisi volume sampah serta jam operasional yang berlaku.

Salah satu perubahan signifikan adalah rencana pengangkutan sampah yang dilakukan pada malam hari untuk mengurangi gangguan aktivitas masyarakat.

Baca juga: Alasan Pemkot Surabaya Belum Bayar Tagihan Incinerator Rp104 Miliar, Eri Cahyadi: Ini Uang Rakyat

"Semua sampah yang sekarang ada ini kita sesuaikan dengan jam operasional pengambilan. Jadi akan ada perubahan, pengambilan sampah nanti akan berubah pada malam hari. Ada ubah kultur pengambilan sampah di TPS supaya tidak terganggu," jelasnya.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga menegaskan bahwa TPS hanya diperuntukkan bagi sampah rumah tangga. Sementara sampah berukuran besar seperti sofa, kasur, dan lemari harus langsung ke TPA.

"Di TPA ada tempatnya, sudah disiapkan untuk menaruh itu," ujar mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya tersebut.

Fikser menambahkan bahwa Wali Kota Eri Cahyadi juga telah meminta DLH melakukan sosialisasi kepada RT/RW agar memberikan pemahaman kepada para penarik gerobak sampah terkait aturan baru tersebut. "Jadi DLH Surabaya melakukan sosialisasi melalui daring atau zoom kepada pengurus RT/RW untuk memberikan pemahaman kepada para penarik gerobak sampah," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.