Tetap Layani Sekolah di Luar Wilayah, Kepala SPPG Bunaken-Molas di Manado Ungkap Alasannya
Isvara Savitri April 16, 2026 08:22 PM

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bunaken–Molas, Vorianus BT, berkomitmen menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah yang membutuhkan.

Bahkan, pihaknya melayani sejumlah sekolah yang letaknya di luar aturan Badan Gizi Nasional (BGN) 6 kilometer, yaitu di Kelurahan Pandu.

Tiga sekolah yang dilayani SPPG Bunaken-Molas di Pandu tersebut radiusnya sudah sekitar 9-10 kilometer dari dapur.

Vorianus mengaku sempat berencana menghentikan atau mengurangi layanan di sekolah tersebut. 

Namun, niat tersebut urung dilakukan lantaran mempertimbangkan kebutuhan para siswa.

“Saya sebenarnya mau lepas karena sudah tidak sesuai ketentuan. Tapi tidak bisa, jadi tetap saya jalankan. Saya kasihan dengan anak-anak,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Sejumlah sekolah yang tetap dilayani di Pandu itu mencakup jenjang TK, SD, hingga SMP.

Bahkan, SPPG Bunaken-Molas tetap melayani ketiga sekolah itu meskipun tidak ada memorandum of understanding (MoU).

“Saya tidak ada MoU dengan mereka, karena itu tambahan. Tapi tetap saya salurkan karena pertimbangan kemanusiaan,” katanya.

Meski menghadapi keluhan dari tenaga kerja maupun pihak sekolah, Vorianus menegaskan bahwa pelayanan tetap dijalankan sebagai bentuk pengabdian.

KEPALA SPPG - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bunaken–Molas, Vorianus BT, Kamis (16/4/2026). Ia angkat bicara terkait keluhan orang tua/wali murid mengenai penyaluran MBG Kelurahan Molas, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara.
KEPALA SPPG - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bunaken–Molas, Vorianus BT, Kamis (16/4/2026). Ia angkat bicara terkait keluhan orang tua/wali murid mengenai penyaluran MBG Kelurahan Molas, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara. (Tribun Manado/Isvara Savitri)

“Pekerja juga mengeluh, tapi saya bilang ini bentuk pengabdian. Jangan cari enak, tetap jalan,” ungkapnya.

Ia juga mengakui, hingga saat ini belum mengurangi lagi jumlah penerima meskipun anggaran tidak mencukupi. 

Seluruh biaya operasional bahkan dialihkan untuk kebutuhan makanan siswa.

“Anggaran saya hanya untuk 3.000 orang, tapi berjalan di hampir 3.800 bahkan sekarang sudah mendekati 3.900. Jadi anggaran operasional kami hilang, semua dialihkan ke makanan,” jelasnya.

Pada awalnya wilayah Pandu tidak terlayani program MBG karena keterbatasan kapasitas dapur yang ada. 

Namun, melihat kebutuhan di lapangan, pihaknya tetap berupaya menjangkau sekolah-sekolah tersebut.

“Waktu itu belum ada SPPG di sana, sementara dapur lain yang lebih dekat juga sudah penuh. Jadi kami upayakan masuk karena kasihan anak-anak belum tersentuh program,” katanya.

Beruntung saat ini sudah mulai ada penambahan fasilitas dapur untuk mengatasi kelebihan beban layanan. 

“Saya sudah laporkan ke atasan karena memang sudah over. Jadi sekarang mulai dibagi wilayah pelayanannya,” tambahnya.

Setidaknya dua dapur baru sedang disiapkan, termasuk di sekitar wilayah Pandu.

Baca juga: Pemkot Tomohon Dukung Desa Siaga Bencana, Fokus Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga

Baca juga: Kepala SPPG Bunaken–Molas di Manado Buka Suara Terkait Keluhan Orang Tua Murid

“Sekarang sudah ada dua dapur. Satu di Pandu akan segera jalan, satu lagi di sekitar Batalyon Rider. Kalau itu sudah berjalan, kami bisa lepas sebagian wilayah,” ujarnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi beban layanan yang selama ini ditanggung SPPG Bunaken–Molas.

Vorianus juga menyinggung tingginya antusiasme masyarakat terhadap program MBG, terutama di wilayah dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.

“Di wilayah ini, masyarakat sangat antusias karena memang sangat membutuhkan. Anak-anak juga senang sekali bisa dapat makanan di sekolah,” katanya.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, ia menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program selama masih memungkinkan, sembari menunggu penyesuaian sistem dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.