BANGKAPOS.COM, BANGKA — Pencarian terhadap nelayan yang hilang di Perairan Karang Kering, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka belum membuahkan hasil, Kamis (16/4/2026).
Pencarian hari kedua yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan sejak pagi hingga sore belum menemukan tanda-tanda keberadaan Parjiman (55 tahun) yang dilaporkan hilang pada Rabu (15/4/2026) kemarin malam.
Upaya pencarian yang dilakukan hari ini dilakukan dengan melibatkan dua unit rubber boat yang telah melakukan pencarian dari pagi hingga sore.
Selain itu, turut diturunkan pula satu unit drone thermal untuk mendeteksi atau mencari keberadaan korban.
“Untuk hari ini kita sudah melakukan pencarian dengan dua buah rubber boat (perahu karet-red). Terus dibantu dengan drone dan masih dinyatakan dengan nihil,” kata Darma Putra, Dantim Basarnas saat diwawancarai Bangkapos.com
Lebih lanjut, dia menyebut bahwa dalam pencarian yang dilakukan tidak mengalami kendala, namun memang belum ada perkembangan terkait keberadaan korban.
“Laporan awal kita dapatkan dari pihak keluarga korban, terus semalam begitu dapat info, kami langsung datang bergerak,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, dirinya juga berpesan kepada nelayan untuk senantiasa waspada dan menjaga keselamatan serta keamanan saat melaut.
“Tetap jaga kondisi fisik saat hendak melaut,” imbuhnya.
Parjiman, pria berusia 55 tahun asal Gang Enggano, Desa Air Ruay, Kecamatan Pemali, Bangka dilaporkan hilang secara misterius di perairan Karang Kering, Sungailiat setelah berangkat melaut sejak Selasa (14/4/226) pagi namun tak kunjung menyandarkan kapalnya di dermaga.
Kekhawatiran keluarga memuncak saat jarum jam menunjukkan pukul 20.23 WIB, Rabu (15/4/2026) tadi malam hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melapor ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang.
Berdasarkan informasi keluarga, Parjiman berangkat seorang diri menggunakan kapal nelayan berwarna cokelat putih dengan aksen lis kuning biru pada Selasa (14/4/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Pola kebiasaan korban yang selalu kembali ke darat pada pagi hari berikutnya menjadi alarm kuat bahwa ada sesuatu yang tidak beres di tengah laut.
Merespons laporan darurat tersebut, Tim Rescue Kansar Pangkalpinang bergerak cepat dengan memberangkatkan personel pada pukul 20.40 WIB, Rabu (15/4/2026).
Operasi ini bukan sekadar misi tunggal, melainkan upaya kolaboratif yang melibatkan Ditpolairud Polda Babel, Satpolairud Polres Bangka, relawan Laskar Sekaban, hingga pihak keluarga yang turut serta menyisir kegelapan malam menuju titik koordinat perkiraan di sekitar 4 mil laut dari dermaga nelayan II Sungailiat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika mengungkapkan bahwa pencarian ini sempat menemui titik terang sekaligus menyisakan tanda tanya besar saat tim tiba di Muara Jelitik.
“Pihak keluarga memberikan informasi bahwa kapal milik Parjiman sebenarnya telah ditemukan oleh nelayan lain yang secara tidak sengaja melintas di sekitar lokasi kejadian. Namun, saat didekati dan diperiksa, kapal tersebut dalam kondisi kosong tanpa ada tanda-tanda keberadaan Parjiman,” kata Mikel, Kamis (16/4/2026).
Kemudian, kondisi lapangan yang semakin menantang memaksa tim gabungan untuk mengambil keputusan sulit di tengah malam.
Mikel menjelaskan bahwa setelah penemuan kapal tanpa awak tersebut, pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kendala cuaca dan jarak pandang yang sangat terbatas.
“Operasi SAR dilanjutkan dengan kekuatan penuh pada pagi hari ini demi menyisir area yang lebih luas dan membawa pulang korban,” imbuhnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)