Laporan Reporter SURYA.co.id: Sri Handi Lestari
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Keberhasilan industri gula nasional, tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para petani tebu sebagai mitra utama perusahaan.
Hal tersebut kembali ditegaskan oleh Direktur Utama (Dirut) PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, dalam kegiatan Halalbihalal bersama petani tebu rakyat di Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (15/4/2026).
Mahmudi menekankan pentingnya hubungan yang harmonis, terbuka dan saling memahami antara perusahaan dan petani sebagai fondasi menghadapi tantangan industri ke depan.
"Oleh karena itu, hubungan yang harmonis, terbuka dan saling memahami menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika dan tantangan ke depan," kata Mahmudi.
Kegiatan Halalbihalal ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi ruang dialog, refleksi dan penguatan hubungan antara perusahaan dengan mitra strategis di sektor hulu industri gula.
Dalam kesempatan tersebut, Mahmudi juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh mitra dan pemangku kepentingan.
“Ini adalah momentum saling memaafkan. Saya mohon maaf kepada Bapak Ibu, mitra semuanya, stakeholder semuanya. Saya kira masih banyak ketidakcepatan kami dalam memfasilitasi, serta keterbatasan kami dalam menjawab keinginan-keinginan dari mitra dan stakeholder,” ungkap Mahmudi.
Pernyataan tersebut, menjadi penegasan komitmen manajemen untuk terus berbenah. Berbagai masukan dari petani akan dijadikan bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas layanan, mempercepat respons, serta menghadirkan kebijakan yang lebih adaptif di lapangan.
Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi menjelang musim giling tebu. Sejumlah isu strategis dibahas bersama untuk meningkatkan kinerja industri gula nasional.
Di tengah tantangan industri yang semakin kompleks, kebersamaan dalam forum ini diharapkan mampu menjadi energi kolektif untuk memperkuat kolaborasi antara perusahaan dan petani.
SGN menegaskan, bahwa petani tebu merupakan bagian integral dari ekosistem industri gula nasional.
Kolaborasi yang kuat, dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan industri, sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis gula di Indonesia.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina APTRI Arum Sabil, Ketua Umum DPN APTRI Soemitro Samadikun, serta Ketua DPD APTRI Jawa Timur Sunardi Edi Sukamto.
Kehadiran para tokoh bersama puluhan mitra petani tebu dari 33 pabrik gula di bawah naungan SGN, mencerminkan soliditas dalam mendukung industri gula nasional.