TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo turut melakukan berbagai persiapan untuk Embarkasi Haji DIY. Operasional perdana dari Embarkasi Haji DIY akan dilaksanakan pada Selasa (21/06/2026) mendatang.
Persiapan salah satunya terkait sarana parkir bagi para pengantar jemaah. Sebab akan ada sebanyak 9.320 jemaah yang terbagi dalam 26 kloter, di mana tiap kloter akan diisi 360 jemaah.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinperinkop-UKM) Kulon Progo, Iffah Mufidati mengatakan Ruang Terbuka Publik (RTP) Bulak Tabak di Kapanewon Temon akan dijadikan sebagai area parkir kendaraan.
"Selain menjadi sarana parkir kendaraan kendaraan pengantar jemaah, juga menjadi area promosi bagi UMKM," ujar Iffah pada wartawan, Kamis (16/04/2026).
Menurutnya, pelaku UMKM yang bisa berjualan di sana akan diprioritaskan dari warga Temon. Dinperinkop-UKM akan memfasilitasi tenda untuk para pelaku UMKM di sana.
Iffah mengungkapkan bahwa pemanfaatan RTP Bulak Tabak untuk parkir sekaligus area UMKM akan menjadi yang perdana. Pihaknya pun akan menjadikan momen itu sebagai uji coba untuk melihat seperti apa minat pengunjung nantinya.
"Kami akan melihat bagaimana animo transaksi masyarakat dengan adanya pelaku UMKM di RTP Bulak Tabak," katanya.
Menurut Iffah, pelaku UMKM Kuliner akan lebih banyak hadir. Sebab peluangnya sangat besar untuk bisa laris, terutama bagi keluarga pengantar jemaah hingga petugas Haji.
Sebab petugas diperkirakan akan mencari makanan di luar hotel yang menjadi Asrama Haji. Begitu juga dari keluarga pengantar, yang tak hanya mencari makan, tetapi juga akan membeli produk untuk dibawa pulang.
"Oleh-oleh khas Kulon Progo juga tak hanya berupa makanan, tapi bisa pernak-pernik berupa pakaian batik hingga produk kerajinan," jelas Iffah.
Panewu Temon, Rusdi Suwarno mengatakan RTP Bulak Tabak sangat representatif untuk dijadikan lahan parkir kendaraan. Sebab luasnya mencapai 10.123 meter persegi dan diklaim mampu menampung sekitar 300 kendaraan roda empat.
Selain itu, jaraknya dengan hotel yang menjadi Asrama Haji juga hanya sekitar 300 meter. Adapun RTP Bulak Tabak berada di sisi utara Jalan Nasional Wates-Purworejo, sedangkan hotel Asrama Haji persis di seberangnya.
"Nanti peruntukannya memang untuk kendaraan pengantar jemaah haji non bus besar, mengingat aksesnya juga terbatas," papar Rusdi.(alx)