Munafri: Kemarau Ekstrem Bisa Picu Lonjakan Harga Pangan
Sukmawati Ibrahim April 16, 2026 09:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan strategi menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino 2026.

Langkah antisipasi dipercepat menyusul peringatan global terkait potensi El Nino yang disebut-sebut semakin kuat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan kesiapsiagaan menjadi hal wajib untuk menghadapi dampak perubahan iklim ekstrem.

Ia menyebut El Nino berpotensi memicu kekeringan panjang, penurunan curah hujan, hingga gangguan ketahanan pangan dan kesehatan.

Penegasan itu disampaikan saat memimpin rapat koordinasi di Balai Kota Makassar, Kamis (16/4/2026).

Rapat tersebut dihadiri jajaran OPD, BPBD, Dinas PU, Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta seluruh camat.

Munafri mengatakan, langkah terintegrasi harus segera disusun oleh seluruh perangkat daerah.

"Fokus utama diarahkan pada antisipasi krisis air bersih akibat dampak El Nino," katanya via rilis ke tribun-timur.com, Kamis (16/4/2026). 

Pemkot Makassar menetapkan BPBD sebagai pusat komando penanganan krisis di lapangan.

BPBD akan menjadi leading sector dalam memastikan distribusi air bersih berjalan efektif.

Munafri menegaskan, seluruh OPD dan camat tetap harus bergerak terpadu dalam satu sistem kerja.

Ia juga menekankan pentingnya eksekusi program, bukan sekadar perencanaan di atas kertas.

Menurutnya, skenario penanganan harus disusun secara rinci hingga ke tingkat teknis.

Mulai dari sumber air, armada distribusi, hingga mekanisme pembagian ke masyarakat.

Munafri mengingatkan krisis air dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

"Risiko penyakit, gangguan aktivitas sekolah, hingga potensi konflik sosial perlu diantisipasi," katanya. 

Ia juga menyoroti pentingnya sistem komunikasi agar tidak menimbulkan kepanikan publik.

Selain itu, Pemkot diminta melakukan simulasi penanganan di tingkat kecamatan.

Simulasi harus mencakup waktu distribusi, titik penyaluran, hingga kapasitas layanan.

Pemkot juga mengantisipasi peningkatan risiko kebakaran saat musim kemarau.

Dinas Pemadam Kebakaran diminta siaga penuh untuk pencegahan dan penanganan dini.

Di sektor kesehatan, potensi peningkatan ISPA, dehidrasi, dan penyakit menular turut diwaspadai.

Petugas lapangan diminta menggunakan alat pelindung diri saat bertugas.

Munafri juga mengingatkan dampak El Nino terhadap sektor ekonomi.

Potensi kenaikan harga pangan akibat gagal panen harus diantisipasi sejak dini.

Ia menekankan pentingnya integrasi lintas OPD dalam satu sistem kerja terpadu.

Pemkot juga mendorong pembentukan wilayah percontohan untuk simulasi penanganan krisis.

Munafri meminta seluruh jajaran tetap tenang namun waspada menghadapi situasi ini.

Ia menegaskan kesiapan data dan sumber daya menjadi kunci utama penanganan.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahar, menjelaskan El Nino merupakan pemanasan suhu laut di Pasifik.

"Fenomena ini berdampak pada penurunan curah hujan di berbagai wilayah, termasuk Indonesia," katanya. 

Ia menyebut El Nino sering berpasangan dengan La Nina dalam siklus iklim global.

Peristiwa serupa pernah terjadi pada 1997-1998, 2015-2016, dan 2023.

Memasuki 2026, siklus kembali mengarah pada potensi kekeringan panjang.

Fadli menyebut, tiga dampak utama yang perlu diantisipasi.

Yakni:

-Krisis air bersih

-Peningkatan risiko kebakaran

-Gangguan kesehatan.

Ia menegaskan, krisis air menjadi dampak paling cepat dirasakan masyarakat.

"Beberapa wilayah bahkan sudah mengalami kekurangan air meski masih musim hujan," ungkapnya. 

BPBD memetakan enam kecamatan rawan terdampak El Nino.

Di antaranya:

-Tallo

-Panakkukang

-Tamalanrea

Biringkanaya

-Manggala

-Ujung Tanah

Wilayah Tallo disebut paling rawan, khususnya kawasan Buloa.

Selain itu, wilayah lain juga berpotensi terdampak secara tidak langsung.

BPBD telah memasuki tahap prasiaga sejak Maret hingga April 2026.

Langkah ini dilakukan melalui survei lapangan di wilayah terdampak.

Data lapangan digunakan sebagai dasar intervensi penanganan. (*) 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.