- Iran masih berkomunikasi dengan Amerika Serikat secara tidak langsung.
Pesan disampaikan melalui perantara dari Pakistan.
Namun, jadwal perundingan lanjutan belum ditentukan.
Hal ini disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei pada Rabu (15/4/2026).
Dalam konferensi pers, ia menilai sikap AS tidak realistis.
Ia juga menyebut posisi Washington sulit diterima.
Menurutnya, Iran sudah memberikan respons resmi.
Isu yang dibahas disebut bukan hal baru.
Fokus utama tetap pada persoalan nuklir.
Ia menegaskan AS sebenarnya sudah memahami posisi Iran.
Teheran menolak negosiasi dengan syarat sepihak.
Iran tidak akan menerima tekanan dalam bentuk apa pun.
Menurutnya, negosiasi harus berjalan setara.
Pendekatan yang bersifat memaksa dinilai tidak bisa diterima.
Ia menegaskan Iran tidak akan tunduk pada tekanan tersebut.
Terkait isu gencatan senjata, Iran masih berhati-hati.
Laporan perpanjangan gencatan senjata belum dipastikan benar.
Pembicaraan disebut masih berlangsung melalui jalur mediasi.
Pakistan tetap menjadi penghubung kedua negara.
Di sisi lain, Iran mengkritik langkah militer AS.
Blokade laut disebut sebagai tindakan provokatif.
Iran menilai langkah itu melanggar hukum internasional.
Tindakan tersebut dinilai bisa memicu pelanggaran kesepakatan.
Situasi gencatan senjata saat ini masih sangat rentan.
Periode gencatan berlangsung selama dua minggu.
Kesepakatan dimulai sejak awal April.
Batas akhir gencatan jatuh pada 22 April mendatang.
Peran Pakistan dinilai penting dalam menjaga komunikasi.
Negara itu menjadi mediator dalam perundingan awal.
Pertemuan sebelumnya digelar di Islamabad.
Pakistan dianggap masih dipercaya kedua pihak.
Mereka menjadi saluran utama pertukaran pesan.
Diplomasi terus berjalan di tengah ketegangan.
Belum ada tanda kesepakatan akan segera tercapai.
Namun komunikasi tetap dijaga untuk mencegah eskalasi.
(*)
# iran # amerika serikat # pakistan # negosiasi