TRIBUN-BALI.COM - Sudamala Resorts bersama Timboel Art Gallery, dengan bangga mempersembahkan "Inner Landscapes", sebuah pameran patung yang menggugah, dibuka Rabu, 15 April 2026, mulai pukul 16.00 WITA di Sudakara ArtSpace, yang berlokasi di Sudamala Resort Sanur.
Pameran ini akan berlangsung dari 15 April 2026 hingga 30 Juni 2026, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati koleksi karya dalam periode yang lebih panjang. Pameran ini terbuka untuk umum, dengan jam kunjungan setiap hari pukul 09.00-21.00 WITA.
Baca juga: BUKA Rekrutmen Karyawan, BPJS Ketenagakerjaan Siap Perkuat Layanan dan Perluas Cakupan Kepesertaan
Baca juga: MINTA Pengawasan Diperketat, DPRD Klungkung Soroti Olah Kompos di Eks Galian C Gunaksa
Menjelajahi Lanskap Batin
Inner Landscapes mengajak audiens memasuki pengalaman reflektif mendalam, di mana tubuh manusia melampaui bentuk fisiknya dan menjadi wadah bagi narasi emosional serta psikologis.
Setiap karya patung memuat lapisan makna yang diekspresikan melalui pose, tekstur, distorsi, dan gestur, menggambarkan kondisi keterasingan, keheningan, pencarian, ketegangan, pelepasan, hingga penerimaan.
Karya seperti Alone Woman, merepresentasikan kesendirian bukan sebagai kehilangan, melainkan sebagai ruang untuk mengenal diri dan refleksi.
Angel Hold Face menggambarkan ketegangan halus antara kelembutan dan beban emosional, sementara Mummy mengeksplorasi tema keterikatan, perlindungan, serta jejak luka emosional yang membentuk identitas.
Karya-karya abstrak dalam pameran ini, melengkapi narasi dengan pendekatan yang lebih intuitif, menghadirkan emosi yang sulit didefinisikan namun terasa mendalam.
Secara keseluruhan, koleksi ini membentuk rangkaian potret psikologis yang memetakan lanskap emosi dalam diri manusia.
Pameran ini tidak menawarkan jawaban pasti, melainkan membuka ruang kontemplatif bagi setiap pengunjung untuk menemukan resonansi personalnya.
Ruang Eksplorasi Artistik
Sebagai kekuatan kreatif dalam seni dekoratif, Timboel Art Gallery mengedepankan perpaduan antara ide, material, dan keterampilan.
Galeri ini bekerja erat dengan para perajin lokal, membangun ekosistem seni yang inklusif dan berkelanjutan.
Setiap karya tidak hanya menjadi objek estetika, tetapi juga narasi yang mencerminkan budaya, komunitas, dan ekspresi artistik. (*)