Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Manajer area kantor pabrik selotip, Lina Noviana menceritakan detik-detik kebakaran hebat melumat seluruh area produksi seluas dua hektare di kawasan di Jalan Pergudangan Suri Mulia Permai, Greges, Asemrowo, Surabaya, Kamis (16/4/2026) malam.
Sepanjang menceritakan kejadian tersebut, Lina terus menerus tertegun dan menelan air ludah, apalagi saat kedua matanya memandang dua bangunan pabrik dan gudang tempatnya bekerja dilumat api yang berkobar.
Bagaimana tidak, sekitar pukul 18.00 WIB, dirinya bersama puluhan orang karyawan masih menikmati makan malam di area lantai dua kantor pabrik dalam gedung tersebut.
Baca juga: Breaking News: Kebakaran Hebat Pabrik Selotip di Surabaya, Petugas Kerahkan Robot Pemadam Tanpa Awak
Namun, setelah beberapa karyawan mendadak berteriak-teriak karena melihat percikan api yang meletup-letup di area sisi belakang gudang penyimpanan lubang gulungan selotip (core).
Lina berlarian tunggang langgang menyelamatkan diri keluar pabrik selotip.
Perempuan bertubuh semampai dan berambut panjang yang dikuncir belakang kepala itu, berlarian menyelamatkan diri bersama puluhan orang karyawannya.
Itulah mengapa Lina bisa memastikan bahwa di dalam area pabrik yang terbakar itu, sudah tidak lagi ada karyawan yang terjebak.
Karena, ia melihat langsung bagaimana percikan api tersebut bermula hingga akhirnya berubah membesar menjadi kebakaran hebat.
Lina memperkirakan kobaran api tersebut begitu cepat membesar karena bahan baku produksi di dalam pabrik berbentuk plastik dan kertas.
Ia menduga-duga, cuma 10 menit lamanya, kobaran api tersebut melumat seluruh benda yang mudah terbakar sehingga membuatnya kian membesar.
"Iya sempat pak. Sebenarnya tadi kita hari ini mau ada lembur. Kita pulang kerja jam 17.30 WIB. Dan jam 18.00 di atas kami posisi lagi makan malam. Karyawan itu pada teriak karena ada api. Mereka turun. Lalu apinya enggak lama, 10 menit, langsung besar. Iya. Langsung merembet," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi.
Sebenarnya, Kamis malam ini, di pabrik sudah terdapat sekitar 24 pegawai atau karyawan pabrik yang akan bekerja lembur untuk shif malam hingga keesokan pagi.
Nah, para karyawan yang bekerja pada shif pagi hingga sore baru saja berhenti dan pulang sekitar pukul 17.30 WIB.
Kemudian, sekitar pukul 18.00 WIB, para karyawan yang tinggal di mes lantai dua pabrik, makan malam, bersama dirinya.
Lalu, di area sisi belakang gudang yang dipakai penyimpanan core, tiba-tiba bermunculan percikan api yang membakar benda-benda di dalamnya.
Kondisi tersebut membuat panik seluruh karyawan termasuk Lina, hingga membuat mereka berlarian keluar pabrik.
Sehingga ia memperkirakan bahwa pemicu kebakaran tersebut, diduga kuat berasal dari korsleting listrik di area penyimpanan core tersebut.
"Iya korsleting listrik. Areanya tadi di belakang tempat penyimpanan kor. Kor-nya isolasi. Kita isolasi kan dalamnya ada lubang," katanya.
Lina berkali-kali mengelus-ngelus dada serata meratapi kondisi area pabriknya terbakar dilumat si jago mereh. Ia cuma berharap agar kobaran api dapat segera dipadamkan dalam waktu secepatnya.
Baca juga: Healing dari Sibuknya Kuliah di Surabaya, Ahmad Hamdani Ubah Pipa Jadi Ladang Uang
"Kondisi kosong. Iya. Semua sudah keluar semua. (Luas area pabrik) Lumayan sih pak besar. (Diduga sampai 2 hektare luasnya) Perkiraan segitu 2 hektar," pungkasnya
Pantauan TribunJatim.com di lokasi sekitar pukul 20.02 WIB, kobaran api masih tampak menyala besar dan menari-nari di atas tumpukan material produksi pabrik berbahan plastik dan kertas.
Puluhan petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya masih berjibaku memadamkan api dengan menyemprotkan air dari berbagai sisi arah mata angin.
Bahkan, mereka juga mengerahkan robot atau tank pemadam kebakaran tanpa awak untuk menembus ruang rongga bersuhu udara panas di dalam pabrik yang kondisinya porak-poranda dan membara dilumat kombaran api.
Selama proses pemadaman menggunakan mesin robot terasa, Kepala DPKP Kota Surabaya Laksita Rini juga memantau dari area depan pintu utama gedung pabrik setinggi lima meter itu.
Sedangkan untuk kendaraan pemadam kebakaran, terpantau sudah ada puluhan truk berbagai jenis yang sudah berada bersiaga di jalanan depan pabrik tersebut.