Dongkrak Ekspor, Kadin Gandeng Bank Bantul dan Pemkab Bantul Luncurkan Aplikasi Gubug
Yoseph Hary W April 16, 2026 10:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, bersama Bank Bantul dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul meluncurkan Guyub Bakul Bantul Gumregah (Gubug) guna memfasilitasi para pelaku UMKM.

Ketua Kadin Bantul, Nur Ikhsan Hidayat, menyampaikan, aplikasi itu menjadi upaya memperkenalkan dan meningkatkan pemasaran produk lokal. Sebab, aplikasi Gubug mempermudah pelaku UMKM untuk menjual produk kepada konsumen dari berbagai daerah.

"Jadi, itu aplikasi dari Kadin Bantul, yang membuat anak Bantul. Jadi, kami berharap kehadiran Gubug bisa meningkatkan UMKM Bantul," katanya, saat peluncuran aplikasi Gubug di aula BPR Bank Bantul, Kamis (16/4/2026).

Promosi produk UMKM hingga mancanegara

Nantinya, anggota Kadin Bantul akan turun ke lapangan untuk melakukan jemput bola di sejumlah pelaku UMKM. Dari situ, anggota Kadin Bantul akan membantu para pelaku UMKM untuk mengunggah dan mempromosikan produk UMKM ke luar daerah hingga mancanegara.

Pihaknya ingin, melalui aplikasi Gubug perekonomian dan pasar ekspor produk lokal Bumi Projotamansari meningkat. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Bantul pada tahun 2025 hanya 4,92 persen dari sebelumnya atau pada tahun 2024 senilai 5,04 persen. Bahkan, pasar ekspor Bantul pada tahun 2025 juga turun sekitar 10 juta USD.

"Dari aplikasi itu, kami sudah ada market sendiri dari luar negeri. Jadi, nanti pemasaran produk lokal Bantul tergantung dari pelaku UMKM itu sendiri. Yang jelas untuk makanan kecil, sebisa mungkin Bantul bisa menjual ke pasar luas," terangnya.

Fasilitas perbankan

Selain aplikasi Gubug, pihaknya juga mendapatkan fasilitas dari jalinan kerja sama dengan PT BPR Bank Bantul (Perseroda). Di mana, Bank Bantul turut hadir untuk memberikan pengembangan, pemberdayaan UMKM dan fasilitas perbankan kepada para pelaku UMKM dari Kadin Bantul.

"Jadi kami ada sinergi sendiri tertutama dalam hal pengembangan, pemberdayaan UMKM, dan pemberian fasilitas perbankan. Tujuannya satu yakni bagaimana kita bisa memberdayakan UMKM dengan pelatihan, kemitraan, hingga permodalan," ucap ‎Direktur Utama PT BPR Bank Bantul (Perseroda), Bambang Suryo Wibowo.

Sebagai salah satu perusahaan pelat merah Kabupaten Bantul, Bambang turut berharap bahwa para pelaku UMKM akan lebih mudah, cepat, murah dan tidak ada diskriminasi dalam mengakses permodalan dari PT Bank Bantul.

‎"Pemberian kredit modal tentunya yang utama adalah tepat sasaran. Jadi kemampuan UMKM berapa sehingga kita tidak menawarkan sesuatu yang tidak masuk akal," ujarnya.

Kemudahan izin usaha

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, berujar, Pemkab Bantul hadir untuk melakukan konsolidasi sumber daya manusia (SDM) dan memberikan kemudahan izin usaha.

"Saya hanya bisa berbicara tentang kewenangan pemerintah daerah. Di mana, memang banyak perizinan yang menurut saya perlu dilakukan perubahan. Karena, kita perlu melakukan transformasi pada era seperti ini," katanya.

Menurutnya, kehadiran pelaku usaha dapat membuka lapangan kerja baru dan peningkatan ekonomi. Apalagi, pemerintah tidak bisa membuka lapangan kerja sendiri, sehingga diperlukan pihak swasta untuk mendukung peningkatan lapangan kerja dan ekonomi.

"Jadi, pemerintah hanya bisa mempermudah izin usaha. Kalau pun ada pengendalian, ya pengendalian yang berbahaya saja. Bagi usaha yang risiko rendah yakni tidak ada limbah, cerobong asap, dan sebagainya ya sudah lah diperbolehkan berusaha," tutup dia.(nei)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.