Dari Kampung Iklim hingga Angkot Gratis, Wamendagri Apresiasi Inovasi Hijau Kota Magelang
Yoseph Hary W April 16, 2026 11:02 PM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Komitmen Kota Magelang dalam membangun lingkungan berkelanjutan sekaligus meningkatkan pelayanan publik mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto.

Dalam kunjungannya ke Kampung Iklim kategori lestari di RW 05 Kampung Jambon Gesikan, Kelurahan Cacaban, Kamis (16/4/2026), ia menilai berbagai inovasi yang dijalankan warga patut menjadi contoh nasional.

Kunjungan tersebut dilakukan di sela agenda Retreat Ketua DPRD seluruh Indonesia yang berlangsung pada 15–19 April 2026 di Akademi Militer Magelang. Kehadiran Bima Arya disambut langsung oleh Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, bersama jajaran pemerintah dan masyarakat setempat.

Kampung bersih

Setibanya di lokasi, Bima Arya langsung meninjau kondisi kampung yang tertata bersih, rapi, dan hijau. Berbagai tanaman hias hingga tanaman obat keluarga tampak menghiasi sudut-sudut lingkungan warga. Tak hanya itu, ia juga menyaksikan praktik pengelolaan sampah organik menggunakan maggot, hingga inovasi pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci.

“Inovasi seperti ini sangat menarik. Minyak jelantah yang biasanya terbuang, kini bisa dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna,” ujarnya.

Menurutnya, Kampung Iklim RW 05 Cacaban merupakan contoh nyata keberhasilan penataan permukiman berbasis lingkungan. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari budaya masyarakat yang kuat serta dukungan aktif pemerintah daerah.

“Keterlibatan langsung wali kota dalam monitoring, memberi motivasi, serta sistem yang dibangun pengurus wilayah menjadi kunci keberhasilan program ini,” tambahnya.

Bank sampah hingga kompos

Pengelolaan lingkungan di kawasan tersebut dinilai berjalan secara menyeluruh, mulai dari bank sampah, pengolahan kompos, pemanfaatan maggot, hingga inovasi produk ramah lingkungan. Bahkan, edukasi lingkungan juga menyasar generasi muda melalui kegiatan di Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB-SPNF).

Program pendidikan nonformal ini merupakan bagian dari program unggulan “Anak Merdeka” yang digagas Pemerintah Kota Magelang untuk menjangkau anak tidak sekolah, putus sekolah, hingga kelompok disabilitas agar tetap mendapatkan akses pendidikan.

Bima Arya juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para siswa yang tengah praktik pengelolaan sampah. Ia menilai pendekatan tersebut sangat efektif dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini.

Ia berharap konsep Kampung Iklim seperti di Cacaban dapat direplikasi di seluruh wilayah Kota Magelang. Dengan total 192 RW, ia optimistis kualitas lingkungan kota dapat meningkat secara merata jika model serupa diterapkan.

Jajal angkutan pelajar

Menutup rangkaian kunjungannya, Bima Arya mencoba layanan Angkutan Jempol (Jemput Pelajar Kota Magelang), program transportasi gratis bagi pelajar. Dalam kesempatan itu, ia berbincang dengan pengemudi dan para siswa pengguna layanan.

Program tersebut dinilai memberikan manfaat ganda, tidak hanya membantu pelajar menghemat biaya transportasi, tetapi juga tetap menjaga pendapatan para sopir angkutan umum.

Didampingi Wali Kota Damar, ia pun berkeliling kota menggunakan angkutan tersebut untuk melihat langsung sejumlah titik strategis.

“Kami merasa terhormat atas kunjungan Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Damar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.