SEKDA Bangli Pastikan WFH Bukan Libur, Wajibkan Pimpinan OPD Beri Tugas Ke Bawahan
Anak Agung Seri Kusniarti April 16, 2026 11:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, menegaskan bahwa kebijakan work from home (WFH) yang mulai diterapkan sejak Jumat lalu bukanlah bentuk libur bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan tetap bekerja dari rumah dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, ketentuan WFH telah diatur secara jelas dalam surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang sudah dijabarkan dan menjadi pedoman pelaksanaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli.

“WFH itu adalah bekerja dari rumah, bukan liburan,” tegasnya. Untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal, Sekda Bangli menginstruksikan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar aktif melakukan pengawasan. Setiap hari Jumat, pimpinan OPD diminta memberikan tugas kepada bawahannya serta memantau kinerja mereka secara berkala.

Baca juga: MOESYE Ditemukan Tak Bernyawa di Setra, Korban Punya Riwayat Mengidap Stroke Ringan dan Diabetes!

Baca juga: PUKAU Warga Gianyar, Sendratari Paripurna Pentaskan Lakon Lelalu Sang Bima

Tak hanya itu, setiap pegawai diwajibkan melaporkan hasil pekerjaannya kepada pimpinan OPD masing-masing sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Atas arahan Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, Sekda juga mengingatkan keras agar tidak ada ASN yang menyalahartikan kebijakan WFH menjadi ajang bersantai atau bahkan berhura-hura.

“Saya warning kepala OPD, jangan sampai WFH ini justru dijadikan liburan oleh ASN. Selain diawasi oleh pemerintah, masyarakat juga ikut memantau,” ujarnya.

Ia pun kembali mengimbau seluruh ASN agar menjalankan tugas dengan disiplin dan penuh tanggung jawab, sesuai arahan pimpinan, meskipun bekerja dari rumah. "Jika kedapatan melanggar, tentu nanti ada sanksinya," ujar Sekda.

Dewa Riana menegaskan bahwa WFH dilakukan dalam hal meminimalisir penggunaan BBM skala nasional. Karena itu, selain WFH, pihaknya juga mengimbau agar pegawai di lingkungan Pemkab Bangli agar meminimalisir penggunaan BBM. Yakni, jika tujuannya dekat, sebisa mungkin agar menggunakan sepeda gayung atau berjalan kaki.

"Kita harapkan upaya meminimalisir penggunaan BBM tidak hanya dalam bentuk formalitas, tetapi kita terapkan secara sadar dalam kehidupan sehari-hari, yakni memanfaatkan sepeda gayung atau berjalan kaki. Karena ini, selain tidak membutuhkan BBM, juga berdampak positif pada kesehatan," tegasnya. (weg)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.