TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah warga di Kelurahan Girian Atas, Kecamatan Girian Kota Bitung, Sulawesi Utara, keluhkan bau tak sedap dari genangan air di atas badan jalan, yang ada di depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Bitung, Kamis (16/4/2026).
Jalan tersebut, setiap hari dilalui warga ke Pasar Girian, Kantor Dinas Pendidikan dan persekolahan.
Di sekitar jalan yang kini tergenang air berwarna hijau kecoklatan, ada sekolah SMA Swasta (SMAS) Kristen Tumou Tou (T2), SMPN 1 Bitung, TK dan SD Katolik Stella Maris Girian.
Tak hanya mengeluhkan genangan air yang kini sudah berbau, jalan tersebut ternyata ada titik rusak.
Kondisi tersebut dari pantau jurnalis Tribun Manado sudah berlangsung berminggu-minggu.
Dan terkesan tak diindahkan oleh pemerintah maupun instansi terkait.
Menurut Alvit warga yang rumahnya beberapa meter dari titik genangan air dan titik jalan rusak, untuk bau tak sedap mulai tercium warga pasca ada dapur makanan.
Sebelum ada dapur itu hanya genangan air saja tak ada bau.
Dapur makanan itu berjarak sekitar 200 meter dari titik jalan rusak yang tertutup genangan air.
Untuk genangan air di titik jalan rusak sudah cukup lama, akan surut dua hari kemudian kalau cuaca panas.
Tapi kalau hujan, bisa berhari-hari baru surut.
Bahkan ketika hujan deras dan berlangsung lama, luapan genangan air bisa sampai ke teras dan depan rumah warga sekitar.
"Bau uap airnya, tercampur air dari BMG. Kalau hanya air hujan tidak bau tapi karena ada air dari BMG jadi bau," keluh Alvit saat bersua dengan Jurnalis Tribun Manado Christian Wayongkere di titik jalan rusak yang tergenang air, Kamis (16/4/2026).
Saat itu berlasung wawancara dengan warga tersebut.
Warga pun menunjuk posisi rumahnya berwarna, rumah permanen warna orange tak jauh dari titik atau lokasi yang di keluhkan.
Dan cuaca panas terik menyinari disertai dengan bau tak sedap dari genangan air tersebut.
Lanjut warga dalam wawancara, lokasi tersebut rawan terjadi kecelakaan lalulintas hingga tak jarang ada yang sampai pica bibir (luka di bibir), karena titik jalan rusak berlubang jatuh dari kendaraan.
Sebagai warga menaruh harapan pembuangan libah di BMG (MBG) di perbaiki.
Begitu juga dengan titik jalan berlubang diperbaiki serta di buatkan saluran air.
Supaya ketika hujan air tak mengguyur.
Warga lainnya berharap jalan rusak itu agar secepatnya di perbaiki, karena tidak nyaman ketika dilalui dan rawan kecelakaan.
"So boleh beking bapak," ucap seorang perempuan yang menumpang sepeda motor saat melintas.
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK