Pemkab Mitra Gandeng Perbankan dan OJK SulutGoMalut Edukasi Keuangan ke Pelaku UMKM
Alpen Martinus April 16, 2026 11:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui edukasi literasi keuangan.

Bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGoMalut, PT Bank Negara Indonesia (Persero), serta PT Bank SulutGo, kegiatan edukasi keuangan digelar di Plaza Ratahan, Kamis 16 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program nasional GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) 2026 yang menyasar peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di daerah.

Baca juga: Sosok Conny Ruata Plt Inspektur Pemkab Mitra, Baru Sertijab

Acara dibuka oleh Wakil Bupati Mitra, Fredy Tuda.

Turut mendampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Mitra, David H Lalandos.

Wabup Mitra Fredy Tuda menegaskan pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang dinilai strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha saat ini tidak semata berkaitan dengan keterbatasan modal, melainkan masih rendahnya pemahaman dalam mengelola keuangan secara profesional.

“Banyak usaha dengan produk yang sebenarnya sangat potensial, namun tidak mampu bertahan karena pengelolaan keuangan yang belum tertata.

Keuangan rumah tangga dan usaha sering kali masih tercampur,” ujar Fredy.

Ia menegaskan, literasi keuangan menjadi kunci penting agar pelaku UMKM dapat naik kelas dan berdaya saing, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.

Melalui tema “Cerdas Kelola Keuangan dan Bangun Kepercayaan Diri”.

Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pola pikir pelaku usaha agar lebih disiplin, terstruktur, dan berorientasi jangka panjang.

Tak hanya soal teori, kegiatan ini juga membuka akses bagi pelaku usaha untuk mengenal lebih dekat layanan perbankan yang aman dan terpercaya.

Hal ini penting guna memperluas akses pembiayaan formal serta mengurangi ketergantungan terhadap sumber pendanaan informal yang berisiko tinggi.

Senada dengan itu, Kepala OJK SulutGoMalut, Robert H P Sianipar, menegaskan bahwa kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan merupakan elemen krusial dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif.

“Penguatan literasi dan inklusi keuangan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama agar masyarakat, khususnya pelaku UMKM, semakin percaya diri dalam memanfaatkan layanan keuangan formal,” kata Robert.

Ia menambahkan, peningkatan literasi keuangan akan berdampak langsung pada kualitas pengambilan keputusan bisnis, pengelolaan risiko, hingga kemampuan ekspansi usaha. (NIE)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.