Fakta Asli Uap Panas Keluar Dari Tanah di Desa Rantau Bujur Hilir HSU Kalsel, Telur Sampai Masak
Edi Nugroho April 17, 2026 12:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Fakta asli uap panas keluar dari dalam tanah di Desa Rantau Bujur Hilir HSU Kalsel, taruh telur sampai masak.

Warga Desa Rantau Bujur Hilir Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sempat heboh dengan adanya uap yang keluar dari dalam tanah dan berada di kolong teras rumah warga. 

Warga sempat meletakkan telur diatas uap panas tersebut dan setelah 10 menit telur menjadi matang. Hal ini yang membuat heboh hingga akhirnya sempat dipasang pembatas. 

Setelah dilakukan pengecekan ternyata lokasi tersebut tepat di bawah alat KWH yang terdapat kebocoran. 

Baca juga: Nasib Puluhan Siswa Pasca Bus Sekolah Masuk Semak di Kersik Putih Tanahbumbu Kalsel

Baca juga: Cegah Banjir Susulan di Tambarangan Tapin, Aliran Sungai Dibersihkan

Petugas PLN Amuntai langsung melakukan pengecekan dan benar adanya bahwa adanya kebocoran aliran listrik. 

"Setelah diperbaiki oleh petugas PLN tadi malam uap yang muncul dari dalam tanah sudah tidak ada lagi," ujar Amin salah satu warga sekitar, Kamis (16/4/2026).

Awalnya warga mengira adanya uap panas yang muncul dari dalam tanah. Karena panas juga dirasakan di tanah sekitar uap itu keluar.

Rasakan Kesemutan

Sempat heboh adanya asap yang keluar dari tanah di kolong salah satu rumah warga di Desa Rantau Bujur Hilir Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten HSU, Kalimantan Selatan kini sudah aman.

Diketahui asap tersebut merupakan akibat dari adanya aliran listrik yang bocor pada kabel bawah tanah yang menyebabkan sekitar tanah menjadi panas. 

Masruni warga yang pertama kali melihat adanya asap yang keluar hingga adanya air yang berubah menjadi panas di sekitarnya. Awalnya dirinya sedang membersihkan sekitar rumah dan melihat adanya uap yang keluar. 

“Karena kemarin cuaca juga mendung sehingga uap terlihat dan terasa panas,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Masruni sempat menyentuh tanah dan air yang ada di sekitar uap keluar, memang panas namun tidak tersetrum. Sempat mengira kalau itu uap dari alam dan berharap ada sumber daya alam di desa mereka. 

Warga lain yang melihat fenomena tersebut juga sempat mencoba meletakkan telur dan hampir matang saat diletakkan sekitar 10 menit. 

Masruni menambahkan saat ada warga lain yang ciba menyentuh tanah dan air sempat ada merasakan aliran listrik meski tidak terlalu terasa. 

“Ada yang bilang seperti kesemutan, tapi tidak sampai ada yang membahayakan,” ujarnya. 

Cara Praktis Hindari Kebocoran Listrik:

Hindari kebocoran listrik dengan memeriksa instalasi secara berkala (terutama kabel tua >10 tahun), menggunakan perangkat berstandar SNI, memasang ELCB/RCBO untuk memutus arus otomatis, serta memperbaiki kabel terkelupas. 

Kebocoran dapat dideteksi dengan mengecek kwh meter; jika semua alat mati namun meteran terus berjalan, berarti terjadi kebocoran. 

Cara Mendeteksi dan Mencegah Kebocoran Listrik (Panduan Kompas & PLN):

Deteksi Melalui Meteran (Prabayar):
        
Matikan seluruh alat listrik dan cabut kabel dari stopkontak.
        
Posisikan MCB di kwh meter ke arah "ON".
        
Tekan tombol "44" lalu Enter pada meteran.
        
Jika layar menunjukkan angka selain, kemungkinan terjadi kebocoran.
    
Pencegahan Teknis:
        
Pasang ELCB/RCBO: Alat ini secara otomatis memutus arus jika ada kebocoran ke tanah, mencegah bahaya kebakaran dan lonjakan tagihan.
        
Periksa Grounding (Arde): Pastikan instalasi rumah memiliki sistem pembumian yang benar.
        
Ganti Kabel Lama: Kabel instalasi rumah yang berusia di atas 10-15 tahun cenderung rapuh dan mudah terkelupas.
       
 Hindari Stopkontak Menumpuk: Jangan memasang steker terlalu banyak pada satu stopkontak karena bisa memicu panas dan kerusakan isolasi kabel.
    
Tindakan Saat Terjadi Kebocoran:
        
Segera matikan sumber listrik utama.
        
Hubungi teknisi listrik profesional atau melapor melalui PLN Mobile. 

Pemeriksaan rutin dapat mencegah kerugian material dan potensi bahaya kebakaran di rumah.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati/kompas.com)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.