Daftar 7 Gunung yang Punya Jalur Trakking Paling Ekstrem di Indonesia, Bali jadi Lokasi Terbanyak
Gryfid Talumedun April 18, 2026 05:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Indonesia tak hanya menawarkan jalur pendakian indah, tetapi juga trek ekstrem yang menguji nyali.

Dari tanjakan curam, jalur berbatu, hingga paparan gas belerang, sejumlah gunung di Tanah Air dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi dan hanya direkomendasikan bagi pendaki berpengalaman.

Indonesia dikenal sebagai surga bagi para pendaki. 

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Terbaru 18 April 2026 Naik Serentak, Berikut Rinciannya

Dari ratusan jalur trekking yang tersebar di berbagai pulau, ada beberapa yang masuk kategori “hard” alias ekstrem. 

Jalur-jalur ini bukan cuma menantang secara fisik, tapi juga butuh persiapan mental, logistik, dan pengalaman yang matang.

Berdasarkan data jalur populer dari Alltrails,  dengan tingkat kesulitan tinggi di Indonesia, berikut deretan gunung dengan trek paling ekstrem yang jadi incaran para petualang.

1. Gunung Batur – Bali

Berlokasi sekitar satu jam dari Ubud, Bali, Gunung Batur jadi salah satu jalur ekstrem yang cukup populer. Meski ketinggiannya tidak terlalu tinggi, trek pendakiannya tetap menantang karena medan berbatu dan tanjakan curam.

Pendaki biasanya memulai perjalanan sekitar pukul 02.00 dini hari untuk mengejar momen matahari terbit dari puncak. Gunung berapi aktif ini juga memiliki dua kaldera yang menambah daya tarik sekaligus tingkat kesulitan.

Lokasi: Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali

2. Gunung Rinjani via Sajang – Lombok

Gunung Rinjani (3.726 mdpl) dikenal sebagai salah satu trek paling berat di Indonesia. Jalur via Sajang termasuk kategori ekstrem karena panjangnya mencapai perjalanan multi-hari dengan medan yang beragam.

Pendaki harus menghadapi tanjakan panjang, jalur pasir, hingga perubahan cuaca ekstrem. Trek ini biasanya hanya direkomendasikan untuk pendaki berpengalaman.

Lokasi: Lombok, Nusa Tenggara Barat

3. Gunung Agung via Pura Pasar Agung – Bali

Gunung tertinggi di Bali, Gunung Agung, juga masuk daftar jalur trekking berat. Pendakian via Pura Pasar Agung terkenal curam dan membutuhkan stamina ekstra.

Selain faktor medan, gunung ini juga memiliki nilai spiritual tinggi bagi masyarakat Hindu Bali. Bahkan, aktivitas pendakian bisa ditunda jika sedang ada upacara keagamaan di kawasan pura.

Lokasi: Karangasem, Bali

4. Kawah Ijen (Ijen Volcano) – Banyuwangi

Kawah Ijen menjadi salah satu jalur trekking ekstrem yang unik di Indonesia. Gunung Ijen tidak seperti gunung berapi lainnya di dunia. 

Gunung ini memiliki danau kawah asam terbesar di dunia dan merupakan lokasi operasi penambangan belerang yang berbahaya. 

Tantangan utamanya bukan hanya jalur, tetapi juga paparan gas belerang yang cukup kuat, terutama saat turun ke dasar kawah. Meski begitu, fenomena “blue fire” dan pemandangan danau kawah menjadi daya tarik utama yang membuat jalur ini tetap diminati.

Lokasi: Banyuwangi, Jawa Timur

5. Gunung Abang dan Bukit Trunyan – Bali

Jalur kombinasi Gunung Abang dan Bukit Trunyan menawarkan trek yang cukup berat dengan pemandangan spektakuler.

Pendaki akan melewati hutan dan jalur menanjak sebelum mencapai area perkemahan dengan panorama Danau Batur dan gunung di sekitarnya. Trek ini dikenal cukup menantang karena elevasi dan medan yang tidak selalu stabil.

Lokasi: Bangli, Bali

6. Gunung Rinjani via Sembalun – Lombok

Selain jalur Sajang, rute Sembalun ke Senaru di Gunung Rinjani juga termasuk salah satu trek paling ekstrem di Indonesia. Jalur ini memiliki panjang hingga puluhan kilometer dan biasanya ditempuh selama beberapa hari.

Pendaki akan disuguhi padang savana luas, namun tetap harus menghadapi tanjakan panjang menuju puncak yang dikenal sangat menguras tenaga.

Lokasi: Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat

7. Gunung Agung via Besakih – Bali

Rute lain menuju puncak Gunung Agung adalah melalui Pura Besakih. Jalur ini terkenal dengan trek yang “lurus naik” dan minim pegangan alami.

Pendakian biasanya dimulai dini hari, dan jalur turun justru sering dianggap lebih sulit karena medan curam dan licin.

Lokasi: Karangasem, Bali

Jalur-jalur di atas menunjukkan bahwa pendakian gunung di Indonesia tidak selalu ramah bagi semua orang. 

Beberapa trek bahkan membutuhkan waktu berhari-hari, kondisi fisik prima, serta perlengkapan yang lengkap.

Selain itu, faktor cuaca, ketinggian, dan kondisi medan seperti pasir, batu, hingga hutan lebat menjadi tantangan utama yang harus diperhitungkan sebelum memulai pendakian.

Dengan persiapan yang matang, jalur ekstrem ini justru menawarkan pengalaman tak terlupakan—mulai dari panorama sunrise hingga lanskap alam yang sulit ditemukan di tempat lain.

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.