TP PKK Bangka Selatan Dorong Posyandu Naik Kelas, Layani Enam Bidang Sekaligus
Ardhina Trisila Sakti April 18, 2026 07:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Integrasi enam layanan dasar menjadi fokus utama penguatan Posyandu di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Selama ini layanan yang berjalan terpisah dinilai belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Melalui pendekatan lintas sektor, Posyandu diarahkan menjadi pusat pelayanan terpadu di tingkat desa dan kelurahan. Upaya ini ditargetkan mampu mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bangka Selatan, Elizia, menegaskan bahwa keberhasilan Posyandu kedepan sangat ditentukan oleh implementasi enam SPM secara terpadu.

Enam bidang layanan tersebut menjadi pondasi penting dalam pelayanan masyarakat.

Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada satu sektor, tetapi harus mampu mengintegrasikan berbagai layanan dasar. Hal ini penting agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih menyeluruh dalam satu wadah.

“Keberhasilan Posyandu ke depan sangat ditentukan oleh implementasi enam SPM secara terpadu,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, transformasi Posyandu menjadi pusat layanan terintegrasi yang mencakup enam bidang dasar. Yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketentraman & ketertiban umum (Trantibum Linmas).

Konsep ini bertujuan memperluas layanan melampaui kesehatan ibu dan anak (KIA) untuk mencakup seluruh siklus hidup.

Posyandu harus mampu mengintegrasikan layanan pendidikan, kesehatan, sosial hingga aspek lingkungan.

Dengan pendekatan tersebut, manfaat Posyandu akan lebih dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain itu, integrasi lintas sektor diyakini mampu memperkuat kualitas pembangunan berbasis keluarga di tingkat desa.

Pendekatan ini juga dinilai lebih efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang beragam.

“Kalau enam bidang ini berjalan bersama melalui Posyandu, maka pelayanan akan lebih efektif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” jelas Elizia.

Lebih lanjut, Elizia menekankan pentingnya peran kader sebagai penggerak utama di lapangan. Kader Posyandu dinilai menjadi ujung tombak dalam memastikan integrasi layanan berjalan optimal.

Mereka tidak hanya menjalankan pelayanan, tetapi juga berperan dalam mengedukasi masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman kader terhadap konsep layanan terpadu menjadi hal yang sangat penting.

Selain peran kader, kolaborasi lintas sektor juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program.

Keterlibatan pemerintah daerah, TP PKK, dunia usaha hingga masyarakat dinilai harus berjalan seiring.

Sinergi ini diperlukan agar setiap program yang dijalankan dapat saling mendukung dan berkelanjutan.

Dengan kerja sama yang kuat, Posyandu diharapkan mampu berkembang menjadi pusat layanan yang efektif.

“Dengan dukungan semua pihak, Posyandu akan semakin kuat sebagai pusat layanan terpadu berbasis masyarakat,” ucapnya.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.