Tim Resmob Polda Sulut mengamankan dua pelaku penjambretan di wilayah Malalayang, Manado. Keduanya ditangkap usai merampas ponsel korban di Jalan Kleak pada siang hari.
Sementara itu, sejumlah fasilitas umum di Manado menjadi sasaran aksi corat-coret. Tugu Lilin di Marina Plaza, toilet Lapangan Sparta Tikala, hingga Taman Berkat tampak dipenuhi vandalisme. Kondisi ini merusak estetika kota dan menuai keprihatinan, apalagi di tengah meningkatnya kunjungan wisata.
Di bidang pemerintahan, Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang menegaskan ASN harus bertransformasi menjadi penggerak inovasi, bukan sekadar pelaksana.
Simak selengkapnya.
Tim Resmob Polda Sulawesi Utara mengungkap kasus penjambretan di Kecamatan Malalayang, Kota Manado, dua terduga pelaku diamankan.
Penangkapan dilakukan Selasa malam, (14/42026), terhadap pria berinisial TN alias Deny dan NS alias Bom-bom.
Keduanya ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan laporan polisi Nomor Aduan/84/IV/2026/SPKT/Malalayang/Polresta Manado/Sulawesi Utara.
Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Polsek Malalayang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, barang bukti juga turut diamankan polisi.
Diketahui, aksi penjambretan terjadi pada Selasa siang sekitar pukul 13.00 WITA, di Jalan Kleak, Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang.
Saat kejadian, korban berinisial GM sedang berjalan bersama teman-temannya menuju rumah rekannya.
Tiba-tiba, tiga orang pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor melintas, lalu langsung merampas handphone milik korban.
Ponsel yang dirampas berupa satu unit Realme Note 70 warna hitam, saat itu sedang dipegang korban.
Aksi para pelaku sempat terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Usai menerima laporan, Tim Resmob Polda Sulut bergerak cepat melakukan penyelidikan, hingga mengantongi informasi keberadaan para pelaku.
Polisi kemudian melakukan penyergapan di sebuah hotel kawasan Bahu Mall, dan berhasil mengamankan dua pelaku tanpa perlawanan.
Baca selengkapnya
Aksi vandalisme berupa corat-coret merusak sejumlah fasilitas umum di Kota Manado, Sulawesi Utara, di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan.
Coretan liar itu membuat wajah kota tampak kotor, dan mengganggu keindahan sejumlah titik yang selama ini dikenal sebagai lokasi wisata.
Salah satu yang terdampak adalah Tugu Lilin di kawasan Marina Plaza Manado.
Pantauan Tribunmanado, Kamis (16/4/2026), coretan terlihat pada bagian dalam tugu hingga pagar di sekitarnya.
Kondisi ini membuat area tersebut tampak jorok, padahal lokasi itu memiliki potensi wisata, terutama untuk menikmati pemandangan matahari terbenam.
Taman di sekitar tugu juga kerap dimanfaatkan warga untuk bersantai.
Tak hanya itu, fasilitas umum lainnya juga menjadi sasaran vandalisme.
Toilet di Lapangan Sparta Tikala Manado turut dipenuhi coretan.
Pantauan Rabu (15/4/2026), hampir seluruh bagian dinding dipenuhi tulisan, baik di sisi luar, samping, hingga bagian dalam.
Coretan menggunakan tinta hitam dan biru, berukuran cukup besar, dengan tulisan yang tidak jelas, salah satunya bertuliskan “Mr X”.
Baca selengkapnya
Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang menegaskan birokrasi tidak membutuhkan robot administratif, melainkan pemimpin yang mampu mendobrak kejenuhan pelayanan publik.
Hal itu disampaikan saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Kamis 16 April 2026.
Dalam kegiatan hasil kolaborasi Pemkot Manado dan BPSDMD Sulawesi Utara tersebut, Sualang memberi penekanan tegas kepada 40 peserta pelatihan.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti proses dengan serius, tanpa menganggapnya sekadar formalitas untuk kenaikan pangkat.
Pelatihan yang berlangsung selama 104 hari ini disebut sebagai momentum penting untuk meningkatkan kapasitas aparatur.
"Ikuti setiap tahapan dengan serius, jangan ada yang terlewat, ini bukan cuma syarat karier, tapi momentum untuk meng-upgrade kapasitas saudara sebagai garda depan pelayanan masyarakat," tegasnya.
Sualang juga menaruh ekspektasi tinggi terhadap aksi perubahan yang akan dirancang para peserta.
Ia menekankan inovasi yang dihasilkan harus konkret dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, inovasi tidak boleh berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi harus terus berjalan dan berkembang.
Baca selengkapnya