BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim SAR gabungan bersama ratusan warga terus melakukan pencarian intensif terhadap seorang nelayan yang hilang di Sungai Nyireh, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung sejak Kamis (16/4/2026). Hingga Jumat (17/4/2026), korban bernama Doli (38) belum juga ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang, Mikel Rahman Junika mengatakan, pihaknya langsung merespons laporan warga dengan mengerahkan tim ke lokasi kejadian. Tim SAR gabungan terdiri dari personel Kantor SAR Pangkalpinang dan Unit Siaga SAR Toboali yang bergerak cepat melakukan pemetaan awal. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah desa dan unsur keamanan setempat.
“Kami segera menurunkan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian setelah menerima laporan dari masyarakat,” ujar Mikel Rahman Junika kepada Bangkapos.com, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, korban dilaporkan hilang sekitar pukul 09.00 WIB saat mencari ikan menggunakan sampan bersama rekannya. Kecurigaan muncul ketika sampan milik korban ditemukan dalam kondisi kosong di tengah sungai. Rekan korban yang menyadari hal tersebut langsung berupaya melakukan pencarian awal sebelum meminta bantuan warga.
Pencarian awal sempat dilakukan secara mandiri oleh warga Desa Delas yang langsung turun ke lokasi begitu mendapat informasi. Ratusan warga kemudian menyisir aliran sungai dan area sekitar dengan peralatan sederhana. Keterlibatan warga menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas jangkauan pencarian.
“Warga bergerak cepat membantu pencarian sebelum tim SAR tiba di lokasi,” papar Mikel.
Menghadapi risiko serangan predator di lokasi, tim SAR dilengkapi dengan peralatan khusus untuk menjamin keselamatan personel. Sebanyak dua set CAPE alias Crocodile Attack Protection Equipment digunakan saat melakukan penyisiran di perairan yang rawan serangan buaya. Selain itu, teknologi drone thermal juga diterjunkan untuk membantu pencarian dari udara.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari enam personel Kantor SAR Pangkalpinang dan tiga personel Unit Siaga SAR Toboali langsung melakukan pemetaan serta penyisiran di titik koordinat yang telah ditentukan. Area rawa dan aliran sungai menjadi fokus utama pencarian dengan metode penyisiran darat dan air. Kondisi medan yang cukup menantang menjadi kendala tersendiri dalam proses pencarian.
“Kami melakukan penyisiran di titik koordinat awal untuk mempersempit area pencarian,” ujarnya.
Di sisi lain, masyarakat setempat diimbau untuk tetap waspada dan menjauhi pinggiran sungai selama proses pencarian berlangsung. Hal ini dilakukan guna menghindari potensi serangan buaya yang dapat membahayakan keselamatan warga. Pihak SAR juga meminta warga tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi kejadian untuk sementara waktu.
“Kami akan terus berupaya maksimal hingga korban ditemukan,” pungkas Mikel.
Doli Duda Asal Desa Delas Hilang Saat Cari Ikan
Seorang warga Desa Delas, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dilaporkan hilang saat mencari ikan di Sungai Nyireh pada Kamis (16/4/2026) pagi. Peristiwa itu terjadi diperkirakan sekitar pukul 09.30 WIB hingga 10.00 WIB di kawasan Ilir Lubuk Banti, tidak jauh dari pondok mancing milik Marino. Korban diketahui bernama Doli (38), seorang buruh harian yang berdomisili di RT 06 Desa Delas. Hingga Kamis sore, korban belum ditemukan meski upaya pencarian terus dilakukan oleh warga bersama tim SAR.
Penjabat Kepala Desa Delas, Tanjaya, menjelaskan bahwa korban sebelumnya berangkat memancing bersama rekannya sejak Rabu (15/4/2026) sore. Keduanya memasang pancing dan jaring ikan di Sungai Nyireh lalu bermalam di sebuah pondok di pinggir sungai. Aktivitas tersebut merupakan kegiatan rutin yang kerap dilakukan warga setempat untuk mencari ikan.
“Korban bersama rekannya memang sudah biasa memancing dan menginap di lokasi tersebut,” ujar dia ketika dihubungi Bangkapos.com, Kamis (16/4/2026).
Tanjaya membeberkan kronologi kejadian bermula pada Kamis pagi sekitar pukul 09.15 WIB saat korban berpamitan kepada rekannya, Kandi (42), untuk berangkat lebih dahulu memasang pancing menggunakan perahu sampan. Lokasi yang dituju tidak jauh dari pondok tempat mereka bermalam. Namun, tak lama setelah itu, situasi berubah menjadi panik ketika terdengar teriakan minta tolong dari arah sungai.
Mendengar teriakan tersebut, Kandi langsung menyusul menggunakan sampan menuju arah suara. Setibanya di lokasi, ia mendapati perahu yang digunakan korban sudah dalam kondisi terbalik. Korban tidak terlihat di sekitar lokasi, hanya ditemukan buih di permukaan air di dekat perahu tersebut.
“Kandi ini mendengar teriakan minta tolong yang diyakini berasal dari korban. Setibanya di lokasi Kandi melihat buih di sekitar perahu yang diduga berasal dari mulut buaya,” papar Tanjaya.
Setelah menyadari kondisi tersebut, Kandi segera kembali ke daratan untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar yang sedang berkebun di dekat lokasi kejadian. Informasi itu dengan cepat menyebar dan memicu warga untuk melakukan pencarian secara mandiri. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berbondong-bondong menuju lokasi sungai.
Upaya pencarian pun dilakukan sejak sekitar pukul 11.00 WIB dengan melibatkan puluhan warga Desa Delas dan sekitarnya. Hingga sore hari, jumlah warga yang turut mencari korban mencapai sekitar 150 orang. Mereka menyisir aliran sungai dan area sekitar lokasi kejadian dengan berbagai peralatan seadanya.
“Saat ini warga terus melakukan pencarian secara bersama-sama di sekitar lokasi kejadian,” katanya.
Sekitar pukul 16.10 WIB, tim SAR dari Bangka Selatan tiba di lokasi untuk membantu proses pencarian. Tim tersebut langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, serta Ketua BPD setempat guna menentukan langkah pencarian lanjutan. Kehadiran tim SAR diharapkan dapat mempercepat proses pencarian korban.
Hingga pukul 18.00 WIB, korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan tim di lapangan. Dugaan sementara mengarah pada serangan buaya, mengingat adanya tanda-tanda yang mengarah ke keberadaan satwa tersebut di lokasi kejadian. Namun, pihak desa masih menunggu hasil pencarian lebih lanjut dari tim SAR.
“Kami berharap korban segera ditemukan dan proses pencarian berjalan lancar,” ucap Tanjaya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)