SURYA.CO.ID - Pilot Helikopter PK-CFX jenis Airbus H-130 (H-130T2) yang hilang kontak di Kalimantan Barat (Kalbar), Capt Marindra Wibowo beserta co-pilot Harun Arasyd dan enam penumpangnya akhirnya ditemukan.
Capt Marindra Wibowo, Harun Arasyd dan enam penumpang yakni Patrick K., Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito ditemukan tidak bernyawa di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Berdasarkan data koordinat terakhir, posisi helikopter PK-CFX berada di 0 derajat 10 menit 51,91 detik Lintang Selatan dan 110 derajat 47 menit 25,49 detik Bujur Timur.
Dalam proses pencarian, TNI AU mengerahkan helikopter Super Puma dari Bandara Supadio Pontianak menuju titik koordinat awal pada Kamis sekitar pukul 13.10 WIB.
"Kami langsung melakukan penerbangan menuju lokasi dengan dilengkapi tim SAR, termasuk personel dari Paskhas yang sudah lengkap dengan peralatannya," kata Komandan Lanud Supadio, Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono.
Baca juga: Sosok Capt Marindra Wibowo Pilot Helikopter PK-CFX yang Hilang Kontak di Kalbar, Ini Data Penumpang
Setibanya di area pencarian, tim melakukan penyisiran dan menemukan adanya pergeseran titik sekitar 1,9 nautical mile dari koordinat awal.
Dari pemantauan udara, tim menemukan serpihan yang diduga merupakan bagian dari helikopter.
Temuan tersebut diperoleh melalui pengamatan visual dan rekaman kamera, meski kondisi lokasi sulit dipastikan karena medan terjal.
"Indikasi yang ditemukan merupakan serpihan helikopter, baik dari pengamatan visual maupun melalui kamera," jelas Sidik.
Operasi pencarian sempat terkendala cuaca buruk dan kondisi geografis.
Hujan yang turun pada sore hari serta pertimbangan keselamatan membuat pencarian tidak dilanjutkan hingga malam.
Setelah operasi dilanjutkan, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seluruh korban di lokasi kejadian di wilayah Sekadau.
Kasi Humas Polres Sekadau AKP Triyono memastikan proses pencarian telah selesai pada Jumat (17/4/2026) pagi.
"Delapan jenazah sudah berangkat menuju Pontianak," ujarnya.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menyampaikan seluruh korban dievakuasi melalui jalur udara menuju Bandara Supadio.
"Berdasarkan hasil koordinasi di lapangan, evakuasi tidak memungkinkan dilakukan tadi malam. Selain gelap, jalur menuju lokasi juga cukup ekstrem," ujarnya.
Selanjutnya, seluruh jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kalimantan Barat untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian helikopter PK-CFX resmi dinyatakan selesai.
Helikopter PL-CFX yang dipiloti Capr Marindra Wibowo lepas landas dari Heliped PT Citra Mahkota (PT CMA) di Desa Nanga Keruap, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB.
Helikopter dijadwalkan mendarat pukul 08.50 WIB di Heliped PT Graha Agro Nusantara 1, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Namun dalam perjalanan, helikopter kehilangan kontak sekitar pukul 08.39 WIB.
Kabar ini diterima Kantor SAR Pontianak pada pukul 10.40 WIB melalui laporan dari pihak AirNav.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyatakan bahwa tim SAR langsung bergerak cepat begitu menerima laporan.
Baca juga: Uang Panas yang Diduga Diterima Hery Susanto dari Korupsi Rp 1,5 M, Lebih Sepertiga Kekayaannya
“Benar, saat ini kami sudah mengirimkan 20 personel menuju ke lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Berdasarkan data awal, titik perkiraan lokasi kejadian berada pada koordinat 00°12'00" LS – 110°44'00" BT, atau sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang dengan arah radial 258 derajat.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa jatuhnya helikopter PK-CFX di wilayah Kabupaten Sekadau.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga para korban diberikan perlindungan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Norsan.
Ia mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk turut mendoakan agar proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar serta seluruh pihak yang terlibat diberikan keselamatan dalam menjalankan tugas di lapangan.
Menurut Norsan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan kejadian ini dilakukan secara maksimal, termasuk dalam proses pencarian dan evakuasi korban.
“Kita berharap seluruh proses evakuasi berjalan tanpa hambatan. Kami juga meminta doa dari seluruh masyarakat agar situasi ini dapat segera tertangani dengan baik,” ujarnya.
Peristiwa jatuhnya helikopter tersebut diketahui terjadi di kawasan Sekadau dan saat ini tim gabungan masih melakukan upaya evakuasi di lokasi kejadian.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta memberikan dukungan yang diperlukan dalam proses penanganan musibah tersebut.
Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, Marindra Wibowo telah menerbangkan helikopter sejak tahun 2002.
Ia saat ini bekerja sebagai helicopter pilot di KPN Plantation sejak Januari 2020 dan menerbangkan helikopter Airbus H-130T2, termasuk unit dengan registrasi PK-CFX.
Sebelumnya, ia juga pernah menjadi pilot di Whitesky Aviation Indonesia (2017–2019) dan PT HM Sampoerna Tbk (2015–2017).
Marindra juga memiliki latar belakang militer sebagai Executive Officer di Skuadron 200 Wing Udara Armada Timur TNI Angkatan Laut.
Selain pengalaman profesional, ia memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen.
Ia juga mengikuti berbagai pelatihan penerbangan, termasuk pelatihan Airbus H-130T2 di Airbus Training Center serta pelatihan AW109 di Agusta Westland Training Academy, Italia.